Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Jelang Daftar ke KPU, Khofifah Tetap Maksimal Bekerja

Kamis 04 Jan 2018 15:24 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Hazliansyah

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Gubernur Jawa Timur sekaligus Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa akan memastikan pengunduran dirinya dari Kabinet kerja saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemlihan Umum (KPU) Jawa Timur. Khofifah direncanakan mendaftar antara tanggal 8 hingga 10 Januari esok.

Meski demikian, di sisa waktunya, Khofifah bersama jajaran Kementerian Sosial menyatakan tetap maksimal bekerja untuk mengentaskan kemiskinan. Itu disampaikannya di sela rapat koordinasi Tikor Bansos Pangan 2018 di gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

"Saya bersama rekan-rekan di Kemensos akan terus memaksimalkan pekerjaan pengentasan kemiskinan. Kami akan terus bekerja maksimal," kata Khofifah, Kamis (4/1).

Khofifah menjelaskan, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra) yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial efektif menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk (gini rasio). Hal ini diketahui dari data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dua program unggulan tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan gini rasio. Sehingga pada 2018 ini dilakukan penambahan PKH.

Khofifah mengatakan, pada Januari ini bantuan pangannya sama dengan 2017 lalu. "Insya Allah pada Februari mulai pencairan PKH tahap pertama. Kemudian mulai juga perluasan bantuan pangannya," tambahnya.

Lanjut Khofifah, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September 2017. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.

Sementara tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio, pada bulan September 2017 berada di posisi 0,391.

"Maka angka ini menurun sebesar 0,002 poin. Itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 sebesar 0,393," tutupnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA