Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Kapolda Sumut Ingatkan Jangan Benturkan Massa di Pilkada

Sabtu 06 Jan 2018 16:27 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Teguh Firmansyah

Irjen Pol Paulus Waterpauw

Irjen Pol Paulus Waterpauw

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengimbau seluruh tim sukses calon peserta Pilkada 2018 untuk ikut menjaga kondusivitas. Selain pemilihan Gubernur, ada delapan kabupaten/kota yang juga akan menyelenggarakan Pilkada serentak tahun ini.

Hal itu disampaikan Paulus usai Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Toba 2018 untuk pengamanan Pilkada yang digelar di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (6/1). Paulus meminta para calon dan tim sukses mereka untuk tidak membenturkan massa pendukung dengan penyelenggara pemilu, maupun dengan massa pendukung lain.

"Kami imbau kepada pihak yang nanti maju sebagai pasangan calon, terutama para tim sukses, untuk tidak membenturkan massanya. Kalau memang ada yang bisa disenergikan, ada kami yang bisa bangun komunikasi dan meminta penjelasan dari penyelenggara. Tidak perlu mengerahkan atau sampai membenturkan massa," kata Paulus, Sabtu (6/1).

Menurut Paulus, saat ini, semua daerah di Sumut telah dikategorikan rawan gangguan keamanan. Apalagi, tensi politik meningkat beberapa waktu terakhir pascabongkar pasang-pasangan bakal calon kepala daerah yang dilakukan partai politik.

Dia pun mengajak semua pihak, termasuk peserta Pilkada 2018, untuk ikut menjaga kondusivitas dan keragaman yang sudah terjaga cukup baik di Sumut. Selama ini, menurutnya, Sumut merupakan barometer kebinekaan di Indonesia dan hal ini harus terus dijaga. "Jangan karena antusiasme peserta yang berlebih, politik uang, kampanye hitam, serta sengketa hasil Pilkada, kebinekaan kita rusak," ujar dia.

Untuk memastikan kondusivitas terjaga, Paulus mengatakan, Polri akan menurunkan 13.544 personel yang dibantu dengan 1.250 prajurit TNI dan ribuan personel dari instansi lain. Polri pun, lanjutnya, telah bersinergi dengan pengawas pemilu dan kejaksaan terkait penegakan hukum terhadap pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada kelak.

"Sinergitas kami cukup baik. Dengan dukungan sarana dan prasarana serta sumber daya yang dimiliki, kami optimis pelaksanaannya bisa berjalan baik," kata Paulus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA