Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Pengacara Bantah Fredrich Booking 1 Lantai Rumah Sakit

Kamis 11 Jan 2018 18:50 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yuniadi

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yuniadi

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kuasa Hukum Fredrich Yunadi, Supriyanto Rafa, membantah sangkaan Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa Fredrich telah memesan satu lantai Rumah Sakit Media Permata Hijau. Sebab, menurutnya, kliennya baru datang ke rumah sakit tersebut setelah terjadi kecelakaan yang dialami Setya Novanto.

"Tidak pernah, karena waktu kejadian itu, waktu terjadi tabrakan itu, kan kejadiannya sore setengah tujuhan kan, Pak FY kan datang ke sana setelah kejadian," kata dia di kantor KPK, Jakarta, Kamis (11/1).

Apalagi, di lantai 4 tempat Novanto dirawat itu, menurutnya, ada beberapa pasien sehingga tidak mungkin jika disebut telah memesan satu lantai. "Di lantai 4 itu sudah ada pasien, bagaimana bisa booking satu lantai. Ada beberapa pasien dan silakan ditanyakan kepada petugas KPK yang hadir waktu itu," tuturnya.

Soal sangkaan KPK bahwa pemesanan itu sudah dilakukan tiga hari sebelum kecelakaan, menurut Supriyanto, tidak menjadi persoalan karena tentu KPK mempunyai pandangannya sendiri. Namun yang pasti, Fredrich mengaku datang ke rumah sakit setelah terjadi kecelakaan.

"Itu kan menurut KPK oke-oke saja, tidak ada masalah, tapi kan menurut Pak FY, dia datang ke RS itu setelah kejadian, ini kan Pak FY perlu pembuktian, KPK juga perlu pembuktian. Mana yang benar bisa kita lihat," ujar dia.

Terkait sangkaan KPK bahwa Fredrich memanipulasi rekam medis, Supriyanto belum mengonfirmasi kepada kliennya itu. Meski demikian, menurutnya, sangkaan KPK tersebut terlalu jauh dan patut dipertanyakan. Terlebih, Fredrich juga disangka memengaruhi dokternya.

Padahal, rekam medis itu, papar Supriyanto, adalah rahasia pasien dan yang boleh membuka hanya pasien. Sedangkan pihak rumah sakit berhak menyimpannya dan hanya dokter yang boleh membuka.

"Saya baru tahu tentang itu, apa yang dikatakan Bu Basaria kan baru kemarin, saya belum konfirmasi ke Pak FY apakah beliau memang ikut terlibat diduga memanipulasi rekaman medis. Kalau rekaman medis dimanipulasi terlalu jauh, apa iya sih, itu juga tanda tanya Pak FY mampu melakukan itu," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA