Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wapres JK Diagendakan Buka Tanwir Aisyiyah di Surabaya

Kamis 18 Jan 2018 11:30 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Persiapan Tanwir Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Persiapan Tanwir Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya bakal menjadi tuan rumah pelaksanaan Tanwir PP Aisyiyah. Pertemuan organisasi perempuan pertama di Indonesia itu dipastikan akan melibatkan ribuan aktifis Aisyiyah dari seluruh Indonesia. 

Sebagai tuan rumah, UM Surabaya pun terus bersiap. Pelaksanaan tanwir yang akan digelar pada 19 - 21 Januari mendatang. 

Ketua Umum PP Aisyiah Hj Siti Noordjannah Djohantini mengungkapkan banyak tokoh penting dijadwalkan hadir, di antaranya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, serta beberapa menteri Kabinet Kerja. Selama beberapa hari akan banyak pembahasan agenda strategis terkait gerakan Aisyiah. 

Rektor UM Surabaya Sukadiono menjelaskan, Tanwir rencananya dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia. Pembukaan dihadiri sekitar 2.000 anggota dan peserta tetap dari 500 perwakilan se Indonesia. 

Sukadiono yang juga bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan, gedung yang akan digunakan dalam agenda Tanwir sudah siap diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. 

Pembangunan gedung 13 lantai tersebut menghabiskan dana hampir Rp 100 Miliar. "Semoga pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan khidmat dan lancar," kata Suko, sapaan akrab Sukadiono dalam siaran persnya kepada Republika.co.id, Kamis (18/1).

Dia menjelaskan, Aisyiah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah menunjuk UM Surabaya sebagai tuan rumah pelaksana. Acara mengambil tema Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa.

Suko mengatakan, salah satu permasalahan krusial dalam kehidupan bangsa Indonesia ialah masalah perekonomian seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, penguasaan kekayaan negara oleh sekelompok kecil masyarakat, dan sebagainya. 

Dalam keadaan yang demikian usaha-usaha pemberdayaan ekonomi rakyat dengan kondisi kehidupan mayoritas rakyat pada umumnya makin tidak mudah untuk diwujudkan, sementara yang paling merasakan dampak dari kemiskinan adalah kelompok perempuan dan anak-anak. 

Terlepas soal tanwir, Suko menegaskan gedung baru tersebut akan melengkapi kebutuhan UM Surabaya untuk menambah daya tampung. Sebab, animo calon mahasiswa semakin tinggi tiap tahunnya dan perluasan kampus otomatis dibutuhkan. 

"Perhitungan kami akan ada 3 ribu mahasiswa baru yang akan mendaftar ke UM Surabaya tahun depan. Karena itu, gedung ini sangat dibutuhkan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA