Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kampus di Medan Ini Sediakan Teleskop untuk Amati Bulan

Rabu 31 Jan 2018 20:10 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Nur Aini

Petugas melakukan uji coba peralatan teleskop yang akan digunakan untuk mengamati gerhana bulan total di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/1).

Petugas melakukan uji coba peralatan teleskop yang akan digunakan untuk mengamati gerhana bulan total di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/1).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Ada enam teleskop yang disiapkan kampus UMSU.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ratusan warga mulai memadati halaman kampus pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Jl Denai, Medan Denai, Medan. Kehadiran mereka ini untuk menyaksikan gerhana bulan total dan melaksanakan shalat gerhana berjamaah.

Di lokasi ini, Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU telah menyiapkan sejumlah teleskop untuk melihat fenomena alam tersebut. Salah satu warga Medan, Ningsih mengaku datang untuk melihat gerhana bulan total melalui teleskop yang disediakan. Dia pun datang bersama teman-temannya.

"Kami datang ke sini khusus untuk melihat gerhana bulan dan ini peristiwa langka yang baru pertama kali saya lihat," kata Ningsih, Rabu (31/1).

Sementara itu, Kepala OIF UMSU Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan enam teleskop bagi warga yang ingin mengamati gerhana bulan total. Fasilitas ini disediakan lengkap dengan petugas yang akan membantu warga. "Teleskop ini disediakan bagi masyarakat umum secara luas dan gratis, terbuka untuk mengamati momen gerhana tersebut," kata Arwin.

Gerhana bulan total akan melintas di kota Medan mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Fenomena itu, kata Arwin, aman dilihat langsung tanpa memerlukan alat atau filter.

"Waktu gerhana cukup lama untuk bisa diamati masyarakat, yakni sekitar tiga jam. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 20.30 WIB," ujar dia.

Tak hanya dengan teleskop, warga yang hadir juga dapat melihat gerhana bulan total melalui sejumlah layar besar yang disediakan. Masyarakat pun dapat mengunjungi bazar dan membeli souvenir terkait astronomi di lokasi. "Panitia juga akan mengadakan shalat Isya berjamaah dan shalat sunah gerhana," kata Arwin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA