Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pelaku Oplos Gas Ini Belajar Mengoplos Secara Autodidak

Jumat 02 Feb 2018 19:35 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Endro Yuwanto

Gas elpiji, ilustrasi

Gas elpiji, ilustrasi

Foto: Prayogi/Republika
Pelaku memindahkan gas dengan menggunakan tekanan suhu pada tabung.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriadi mengatakan, keterampilan oplos gas pelaku pengoplosan di Sepatan, Kabupaten Tangerang, didapat secara autodidak. Sebab saat diperiksa, pelaku tidak memiliki riwayat bekerja di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).

"Dia sendiri belajar otodidak, bukan pegawai Pertamina," ujar Deddy, Jumat (2/2).

Deddy menjelaskan, metode pengoplosan gas yang digunakan pelaku merupakan cara pengoplosan yang cukup berbahaya. Hanya menggunakan konektor dan diprediksi rawan terjadi ledakan saat pengoplosan. "Konektornya juga dibuat sendiri," jelas dia.

Pelaku memindahkan gas dengan menggunakan tekanan suhu pada tabung. Deddy menjelaskan, tabung gas tiga kilogram dipasangi konektor untuk tersambung ke tabung gas 12 kilogram yang dalam keadaan kosong. "Dikasih batu es (tabung 12 kg) agar tabung ini dalam keadaan dingin, ini gasnya berpindah," kata dia.

Gudang pengoplosan tersebut diperkirakan sudah beroperasi selama tiga bulan. Sebelumnya, gudang pengoplosan gas elpiji kembali terbongkar, kali ini berada di Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan Tim Elang Cisadane Polrestro Tangerang. "Kami amankan lima terseangka, satu di antaranya pemilik (gudang)," ujar dia.

Harry menjelaskan, empat pelaku lainnya merupakan pekerja yang menyuntik gas dari tabung tiga kilogram ke tabung 12 kilogram.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA