Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

MUI DIY: Kita Harus Bersatu dan Rukun

Selasa 13 Feb 2018 17:22 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agung Sasongko

Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta

Foto: blogspot.com
Semua elemen DIY harus mampu bersama-sama menenangkan umat masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, KH Thoha Abdurrahman mengingatkan, setiap umat beragama masing-masing harus mengamalkan ajaran agama dan nasionalismenya. "Kita harus bisa bersatu dan rukun, jangan kita bertindak semaunya sendiri," kata Thoha dalam pertemuan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (13/2).

Ia menekankan, pelaku perusak harus diproses seadil-adilnya, sebagai cerminan keadilan sosial. Thoha berharap, semua bisa kembali seperti sedia kala.

Danrem 072 Sleman, Kolonel Kav Muhammad Zamroni mengingatkan, semua elemen DIY harus mampu bersama-sama menenangkan umat masing-masing agar tidak terprovokasi. Ia berharap, predikat daerah yang begitu diidamkan senantiasa terjaga di DIY.

"Mari bersama-sama kita tenangkan umat, jangan sampai terprovokasi, Jogja adalah tempat impian bagi masyarakat," ujar Zamroni.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri menekankan, agar masyarakat menghentikan spekulasi-spekulasi apalagi sampai mengait-ngaitkan pelaku dengan kelompok-kelompok tertentu. Terlebih, pelaku memang bukan berasal dari DIY.

Karenanya, Kapolda meminta masyarakat sabar, dan tidak terpancing isu-isu yang ada di media sosial. "Percayakan penyelidikan kepada kami, jangan berspekulasi, jangan terpancing isu-isu dari media sosial," kata Dhofiri.

Terkait itu, masyarakat memang seakan dipaksa keadaan untuk berspekulasi. Apalagi, sebelum serangan di Gereja Santa Lidwina, serangan terhadap rumah ibadah beberapa kali terjadi di masjid-masjid di Jawa Barat, mengakibatkan ulama-ulama terluka dan meninggal dunia.

Namun, tentu dibutuhkan akal sehat dan kepala yang dingin untuk tidak malah membiarkan pikiran melahirkan tudingan-tudingan. Yang perlu dilakukan, tentu menguatkan silaturahim di tengah-tengah masyarakat itu sendiri agar dapat menangkis gejala-gejala yang memunculkan disharmoni.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA