Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Belasan Rumah di Cianjur Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Selasa 13 Feb 2018 18:36 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Endro Yuwanto

Sejumlah warga membersihkan rumah ambruk di lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/10).

Sejumlah warga membersihkan rumah ambruk di lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/10).

Foto: Antara/Budiyanto
Wilayah itu tanahnya labil dan banyak bangunan yang berdiri di atas bukit.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Bencana pergerakan tanah menyebabkan belasan rumah di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kerusakan, Selasa (13/2). Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah Cianjur diguyur hujan deras.

Informasi yang diperoleh dari Pemerintah Desa Batulawang menyebutkan, belasan rumah yang terdampak bencana berada di Kampung Sindanglangu RT 05, RW 11. "Longsor terjadi di kawasan yang selama ini dikenal wilayah rawan pergerakan tanah," ujar Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi kepada wartawan, Selasa.

Menurut Nanang, sebelum bencana terjadi sejumlah rumah warga juga sebagian memang mengalami retak-retak. Sehingga, kata dia, ketika turun hujan maka dampak kerusakan makin parah.

Nanang melanjutkan, rumah yang terkena dampak pergerakan tanah ini mencapai sebanyak 12 unit. Rinciannya, sebanyak tiga unit rusak berat dan sembilan unit lainnya mengalami rusak ringan.

Selain rumah, kata Nanang, longsor menerjang beberapa titik di daerahnya. Di antaranya menimpa jalan penghubung antara Kampung Lembur Warung dengan Kampung Garung yang mengalami pergerakan tanah sepanjang 150 meter. "Untuk rumah warga yang rusak, kami tengah melakukan pendataan dan meminta warga waspada," jelasnya.

Nanang mengatakan, warga yang rumahnya rusak berat telah pindah ke rumah yang lebih aman dan yang rusak ringan masih bisa menempati rumahnya tersebut. Diakui Nanang, wilayah di desanya rawan pergerakan tanah karena tanahnya labil dan banyak bangunan yang berdiri di atas bukit. Ke depan, lanjut dia, warga diminta meningkatkan kewaspadaan khususnya pada waktu diguyur hujan deras.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA