Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Latar Belakang Penyerang Gereja di Sleman Menurut Polisi

Selasa 13 Feb 2018 19:04 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Irjen Pol Setyo Wasisto, Kepala Divisi Humas Polri

Irjen Pol Setyo Wasisto, Kepala Divisi Humas Polri

Foto: Beawiharta/Reuters
Suliyono pernah kuliah di Palu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah melakukan interogasi awal pada pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menyebut pelaku yang bernama Suliyono memiliki pemahaman yang keliru. Hal tersebut diduga menjadi salah satu latar belakang penyerangan.

"Dia dapat pemahaman yang keliru ya, dia belajar dari internet kemudian ia ingin melaksanakannya (penyerangan) dari dorongan dia sendiri," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (13/2).

Menilik rekam jejak pelaku, berdasarkan interogasi awal, Suliyono diketahui menempuh pendidikan SMP di Banyuwangi. Selanjutnya, menurut Setyo, Suliyono menempuh SMA yang ada di Morowali. Suliyono pun menempuh perguruan tinggi di Palu.

"Kemudian dia ikut kegiatan-kegiatan organisasi keagamaan yang mempunyai akidah yang berbeda pemahamannya," kata Setyo.

Saat berada di Jawa, Suliyono mengikuti sempat kegiatan keagamaan di Magelang. Kemudian, Suliyono sempat mengajukan paspor untuk berangkat ke Suriah. Namun, permohonan tersebut diolak Keimigrasian Yogyakarta dan Magelang.

"Informasi dia menyampaikan bahwa dia dari Magelang, dari Banyuwangi kemudian dia mondok di Magelang dan melakukan perjalanan transit di situ (Yogyakarta) minta izin menginap," kata Setyo menjelaskan.

Saat di Yogyakarta, penyerangan itu kemudian dilakukan. Penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina di Sleman Yogyakarta pada Ahad (12/2). Penyerangan di Gereja tersebut melukai lima orang termasuk pemuka agama Romo Karl Edmund Prier.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA