Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Cerita Penjemputan Mustafa oleh KPK dan Pesan Surya Paloh

Jumat 16 Feb 2018 20:40 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andri Saubani

Bupati Lampung Tengah dan Calon Gubenur Lampung Mustafa dengan rompi tahanan berbicara kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/2).

Bupati Lampung Tengah dan Calon Gubenur Lampung Mustafa dengan rompi tahanan berbicara kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/2).

Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mustafa menjadi calon gubernur Lampung pada Pilkada 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- KPK telah menetapakan Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Pada Jumat (16/2), setelah memeriksa Mustafa, KPK melakukan penahanan terhadap calon gubernur Lampung itu.

Penetapan tersangka terhadap Mustafa menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung dan Jakarta pada Rabu (14/2) petang hingga Kamis (15/2) dini hari. KPK saat itu menangkap 14 orang dari kalangan DPRD Lampung Tengah, pejabat Pemkab Lampung Tengah, dan swasta.

Dari 14 orang yang diamankan ke KPK dengan membawa barang bukti uang suap sebesar Rp 1 miliar tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalius Sinaga (JNS), Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto (RUS), dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman (TR). JNS dan RUS sebagai penerima suap, sedangkan TR sebagai pemberi.

Dugaan kasus suap Pemkab Lampung Tengah kepada DPRD Lampung Tengah setelah terjadi persetujuan pinjaman Pemkab Lampung Tengah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta sebesar Rp 300 miliar. Dana pinjaman untuk APBD Lampung Tengah tersebut digunakan untuk proyek infrastruktur (belum jelas jenis proyeknya) di Dinas Bina Marga atau Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Tengah. Sebagai imbalan, disepakati uang untuk memuluskan pinjaman tersebut sebesar Rp 1 miliar.

Pada Kamis pagi, Mustafa, sempat hadir bersama jajaran pengurus DPW Partai Nasdem pada acara Apel Kesiapsiagaan Pilkada Serentak digagas Polda dan Korem 043/Gatam di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Kamis (15/2). Hadirnya Mustafa saat itu, menepis dugaan dirinya ikut diciduk penyidik KPK.

''Alhamdulillah, seperti yang teman-teman lihat, saya dalam keadaan sehat dan berjalan lancar dalam (mengikuti) kontestasi Pilgub Lampung ini. Saya mengklarifikasi bahwa hari ini saya ikut serta dalam apel siaga bersama Polda Lampung dan TNI,'' kata Mustafa.

Namun, pada Kamis petang, Tim Penyidik KPK dan Polda Lampung menjemput Mustafa di rumahnya. Mustafa pun langsung dibawa ke Jakarta.

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana membenarkan penjemputan Mustafa di rumahnya Kamis petang. Dalam penjemputan tersebut Polda menerjunkan personel Satbrimob untuk membantu KPK dalam pengamanan. Jadi kita tidak menangkap, tapi membantu secara persuasif untuk dibawa ke KPK, kata Suntana.

Pada Jumat (16/2), penyidik KPK memeriksanya hingga empat jam dan baru keluar ruang pemeriksaan dengan memakai baju rompi KPK warna oranye pada Jumat (16/2) sekira pukul tiga lebih. Mustafa resmi menjadi tahanan KPK.

Didukung langsung Surya Paloh

Sebelum bakal calon gubernur Lampung bermunculan pada tahun lalu, Mustafa yang juga ketua DPW Partai Nasdem Lampung telah mendeklarasi sebagai cagub Lampung 2018 di halaman Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, pada 30 April 2017. Ribuan kader Partai Nasdem sambut deklarasi yang dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.

Dalam orasinya waktu itu, Surya Paloh menyatakan, pilihan terhadap Mustafa untuk maju pada Pilgub Lampung 2018 karena Bupati Lampung Tengah itu memiliki kecakapan dan akseptabilitas yang bagus. Menurut Surya Paloh, agar lebih maju dibanding sekarang Provinsi Lampung memerlukan pemimpin muda yang cekatan, mau berpeluh dan dengan rakyat, dan moralitas yang bagus.

''Jadi, saudara-saudara sekalian siap memenangkan Kakak Mustafa?'' tanya Surya. ''Siaap...!'' jawab pendukungnya. ''Kalau menjadi gubernur kemudian melenceng dan tidak sesuai dengan syarat tersebut di atas, bukan orang lain yang akan menurunkan Mustafa. Kita sendiri yang akan menurunkannya. Sebaliknya, jika bagus dan bekerja sesuai harapan rakyat, Mustafa harus didukung penuh,'' katanya.

Dalam konferensi persnya saat itu, Mustafa menyatakan siap mengemban amanah untuk membuat Lampung lebih maju lagi. Kesiapan dirinya untuk maju dalam Pilgub Lampung dilandasi niat kuat untuk mengangkat taraf hidup warga Lampung, terutama para petani, nelayan, kelompok miskin di perkotaan dan perdesaan yang selama ini dinilai terpinggirkan.

"Saya itu anak singkong, anak orang kecil yang terbiasa bekerja keras. Saya juga akan bekerja keras untuk membangun Lampung," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA