Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Jumlah Pengungsi Banjir Kabupaten Bandung Bertambah

Senin 26 Feb 2018 15:05 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Warga Kampung Bolero, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terpaksa tinggal di tenda terpal di bantaran Sungai Citarum karena rumah mereka sering terendam banjir, (7/2). Hampir dua tahun lebih mereka bolak balik tinggal di tenda yang didirikan oleh warga.

Warga Kampung Bolero, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terpaksa tinggal di tenda terpal di bantaran Sungai Citarum karena rumah mereka sering terendam banjir, (7/2). Hampir dua tahun lebih mereka bolak balik tinggal di tenda yang didirikan oleh warga.

Foto: Republika/Fauzi Ridwan
Ada 23 titik pengungsian yang tersebar di wilayah Kabupaten bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkapkan jumlah korban banjir di tiga Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot yang mengungsi di tempat pengungsian terus bertambah. Hingga empat hari terakhir, banjir di Kabupaten Bandung belum kunjung surut.

"Pengungsi yang di tempat pengungsian ada di 23 titik. Paling banyak di Kecamatan Dayeuhkolot. Ada sedikit peningkatan dari 508 Kepala Keluarga (KK) 1.400 jiwa, menjadi 535 KK 1600 jiwa lebih," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Heru Kiatno saat ditemui di posko BPBD, Baleendah, Senin (26/2).

Ia menuturkan, hujan deras yang melanda Kabupaten Bandung menyebabkan sejumlah kecamatan terendam banjir beberapa waktu lalu. Seperti di Majalaya, Ibun, Solokan Jeruk, Paseh, Cileunyi dan Rancaekek serta Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Namun, beberapa hari kemudian di beberapa wilayah sudah surut. Hanya, di tiga kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang banjir masih terjadi. "Keadaannya (banjir) pasang surut, ketika pagi menuju siang surut. Sore hari hujan lagi dan kembali ke posisi semula," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meminta bantuan kepada relawan dan BPBD ketika banjir saat ini. Apalagi terdapat beberapa warga yang memilih bertahan di rumahnya. Pihaknya terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat.

Dirinya mengatakan, saat ini ketinggian air bervariasi dengan yang paling tinggi mencapai 210 cm. Katanya, bantuan logistik dari pemerintah terus disalurkan melalui kecamatan. Termasuk bantuan peralatan. "Stok logistik mudah mudahan aman. Kalau ada kekurangan mengusulkan ke provins," katanya.

Hujan deras di wilayah Kabupaten Bandung beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di tiga Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang sejak, Kamis (22/2) malam. Hingga saat ini, banjir masih belum surut di tiga wilayah tersebut. Bahkan diperkirakan jika hujan masih terus turun maka banjir semakin meninggi.

Berdasarkan pantauan, di jalan raya Dayeuhkolot, tepatnya di jalur masjid As-Shofia. Ketinggian banjir mencapai bervariasi dari 30 cm hingga satu meter lebih. Sementara itu, di jalur perempatan Andir, ketinggian air mencapai satu meter lebih. Sedangkan, ketinggian air di permukiman warga bervariasi ada yang mencapai 1,5 meter.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA