Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Kapolda Jabar Gelar Pertemuan dengan Marbot dan DKM

Rabu 28 Feb 2018 22:12 WIB

Red: Budi Raharjo

Ketua MUI Jabar, Dr KH Rachmat Syafe'i, menandatangani deklarasi disaksikan Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto.

Ketua MUI Jabar, Dr KH Rachmat Syafe'i, menandatangani deklarasi disaksikan Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto.

Foto: dok. Binmas Polda Jabar
Di acara itu dibacakan dan diteken deklarasi ketua DKM, marbot, dan dai kamtibmas.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, mengatakan tugas marbot (pengurus masjid) sangat mulia. Karena itu ia sangat mengapresiasi profesi seorang marbot.

"Marbot profesi mulia. Tugasnya menjalankan syiar agama, menjaga kebersihan masjid, bahkan menjaga keamanan tempat ibadah bagi umat Islam," kata dia dalam acara Silaturahmi Kapolda Jabar dengan Ketua DKM, Marbot, dan Dai Kamtibmas se-Jabar di Aula Muryono Mapolda Jabar, Rabu (28/2).

Silaturahmi tersebut dihadiri sebanyak 350 peserta. Hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Jabar, Prof Dr KH Rachmat Syafe'i, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar, H Julkarnaen, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Drs H Buchori MM, dan pejabat utama Polda Jabar. Dalam acara tersebut juga dibacakan dan ditandatangani deklarasi ketua DKM, marbot, dan dai kamtibmas.

Ada enam poin deklarasi yang ditandatangani Ketua MUI Jabar, Ketua DMI Jabar, Kakanwil Kemeag, perwakilan DKM, marbot, dan dai kamtibmas. Enam isi deklarasi tersebut yaitu menolak segala bentuk politisasi masjid yang dapat memecah belah umat, mengajak masyarakat mendukung gerakan masjid sebagai pusat kegiatan dan peradaban umat, dan jadikan masjid perekat umat penguat bangsa dan negara.

Poin berikutnya, mengajak imam, khotib, dai dan mubaligh menjadikan mimbar masjid sebagai medi menyampaikan dakwah secara sejuk, menolam paham radikal, menjaga netralitas masjid dan tak digunakan kampanye kepentingan pragmatis.

Kapolda mengatakan, dari aspek keamanan, polisi berkepentingan meningkatkan silaturahmi dengan marbot. Karena itu ia pun telah memerintahkan para kapolres, kapolsek, hingga bhabinkamtibmas untuk terus meningkatkan silaturahmi dengan para marbot yang ada di masjid-masjid. Bahkan kapolda mendorong anggota Polri untuk menjadi pengurus masjid atau DKM.

"Berbagai upaya dilakun untuk meningkatkan silaturahmi. Saya sudah perintahkan kapolres dan kapolsek sering shalat berjamaah di masjid dengan berpakaian dinas," ujar dia.

Dalam kondisi sekarang ini, kata Agung, sinergi antara polisi dan pengurus DKM harus terua ditingkatkan. Bahkan dia mengingatkan jajarannya agar rutin bersilaturahmi ke maajid-masjid. "Jarum jatuh di dalam masjid pun polisi harus tahu. Pasang stiker nomor telepon polisi di majid-majid agar para marbot dan jamaah mudah menghubungi jika terjadi sesuatu," tutur dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA