Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Empat Pasar Tradisional Kota Bandung Direvitalisasi

Kamis 01 Mar 2018 12:40 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat melakukan sidak ke pasar tradisional Sederhana di Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.  (foto : Septianjar Muharam)

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat melakukan sidak ke pasar tradisional Sederhana di Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (foto : Septianjar Muharam)

Setiap pasar memiliki objek revitalisasi dan target penyelesaiannya masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui PD Pasar Bermartabat merevitalisasi empat pasar tradisional pada 2018 ini. Empat pasar tersebut adalah Pasar Cihaurgeulis, Pasar Kiaracondong, Pasar Sederhana dan Pasar Astananyar.

Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Ervan Maksum menuturkan revitalisasi empat pasar sudah mulai berjalan. Setiap pasar memiliki objek revitalisasi dan target penyelesaiannya masing-masing.

"Pertama Pasar Cihaurgeulis revitalisasi total delapan bulan, Oktober sudah beres lah. Kedua adalah Pasar Astananyar, pasar ini kita revitalisasi perblok kira-kira akhir Maret sudah (selesai). Sekarang sudah 80 persen," kata Ervan di tempat yang sama.

Kemudian, ujarnya, revitalisasi Pasar Sederhana yang ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan. Revitalisasi ini akan ditambah dengan pembenahan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berada di jalan sekitar pasar. Ada 120 PKL yang rencananya akan dimasukkan ke dalam pasar setelah revitalisasi.

Ia menambahkan Pasar Kiaracondong menjadi salah satu yang cukup kompleks dalam proyek revitalisasinya. Ditargetkan lima bulan rampung, penataan Pasar Kiaracondong sudah dimulai dengan pembersihan parkir dan gorong-gorong.

Untuk anggaran, ia menyebutkan masing-masing pasar memiliki total dana yang berbeda-beda. Paling besar akan digelontorkan untuk Pasar Cihaurgeulis sekitar Rp 30 miliar.

"Paling besar Cihaurgeulis karena revitalisasnya full. Pondasinya sampai ke lainnya. Yang mahal memang konstruksi," ujarnya.

Menurutnya dalam revitalisasi pasar, pemindahan sementara pedagang dan waktu pengerjaan menjadi kendala yang harus dihadapi. Pedagang tidak bisa dipindahkan ke luar area pasar karena bisa membuat kehilangan pembeli.

"Kesulitan berikutnya adalah, kita tidak boleh menganggu selama pembangunan waktu berjualan. Jadi kadang mulai jam 12 sampai jam 12 malam. Karena ramenya mereka jam 1 malam sampai jam 10," tuturnya.

Meski demikian, ia optimistis revitalisasi empat pasar ini bisa rampung pada tahun ini. Sehingga masyarakat ke depannya lebih nyaman berbelanja di pasar tradisional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA