Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Sandiaga Doakan Habibie Lekas Pulih

Senin 05 Mar 2018 20:27 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Bayu Hermawan

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Sandia mengatakan kondisi Presiden ke-3 RI BJ Habibie berangsur membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kondisi Mantan Presiden ke-3 RI BJ Habibie saat ini telah membaik. Politikus Partai Gerindra itu mendoakan agar Habibie bisa segera pulih.

"Saya terhubung sudah langsung sama keluarga karena kami masih kerabat. Keadaannya terpantau baik," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/3).

Sandiaga menceritakan telah mengontak keluarga Habibie tadi pagi. Dalam kesempatan itu, Habibie mengucapkan rasa terimakasihnya atas semua doa yang diberikan rakyat Indonesia.

Sebelumnya, sekretaris pribadi BJ Habibie, Rubijanto mengatakan, Habibie dalam keadaan tidak sehat. Habibie mengalami masalah pada klep jantungnya yang bocor. Ia dirawat di rumah sakit Klinikum Starnberg, Jerman.

Pada Kamis (1/3) pukul 20.00 WIB atau pukul 14.00 waktu Muenchen, Rubijanto sempat berbicara melalui sambungan telepon dengan Habibie. Awalnya, kata Rubijanto, Habibie mengaku sulit bernapas pada Selasa (27/2). Hingga akhirnya diputuskan untuk membawa Habibie ke rumah sakit.

Dengan suara parau Habibie menjelaskan bahwa pada awalnya sulit dan sesak bernapas terjadi pada Selasa (27/2). Ia pun dibawa Klinik Starnberg di Muenchen.

Tim dokter langsung memeriksa BJ Habibie. Tim dokter mendapati klep jantung BJ Habibie mengalami kebocoran, sama seperti yang dialami oleh almarhumah Hasri Ainun Habibie.

Akibat dari kebocoran klep jantung tersebut, kata Rubijanto, terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter, sehingga Habibie terasa sulit bernapas. Tekanan darahnya meningkat sampai di atas 180.

Berdasarkan analisa dokter, Habibie harus segera menjalani operasi jantung atau dapat dilakukan pengobatan dan tindakan dengan cara yang lebih canggih. Habibie menolak dilakukan operasi jantung dan memilih opsi kedua.

"Besok Jumat 2 Maret tim dokter akan melakukan pemasangan kateter (dari mulut) untuk mengetahui persisnya kebocoran klep jantung dan untuk menentukan tindakan mana yang lebih tepat akan ditempuh," katanya.

Habibie berharap, agar seluruh biaya perawatan dan tindakan medis yang dilakukan di Muenchen, Jerman, ditanggung oleh Pemerintah RI sesuai undang-undang yang berlaku.

Saat ini, pemerintah Jerman melalui kantor Kanselir Angela Merkel telah mengetahui kondisi kesehatan Habibie dan menghubungi langsung Habibie. Pemerintah Jerman, memberikan perhatian penuh dan menawarkan apa yang dapat dibantu untuk mengembalikan kondisi kesehatan Habibie seperti semula.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA