Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Puting Beliung Hantam Atap Rumah Warga di Kota Bekasi

Jumat 09 Mar 2018 19:03 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Budi Raharjo

Angin Puting Beliung (ilustrasi)

Angin Puting Beliung (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Angin datang setelah gerimis kecil.

REPUBLIKA.CO.ID,KOTA BEKASI -- "Allahu akbar Allahu akbar, Subhanallah, itu gumpalan awan hitam menuju ke sini," kata Dewi warga Rt 4 Rw 4 Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Tepat pukul 17.30 sore di Rabu (7/3), angin puting beliung menghempas atap genteng rumah Dewi di Jalan H Simbang, Kampung Paku, Bekasi Utara.

Setidaknya tiga rumah warga terdampak mengalami kerusakan parah akibat ganasnya angin puting beliung. "Nih anak saya yang bontot sampe kebawa angin. Nangis-nangis minta tolong, bener-bener kebawa sampe atas, temen yang megangin dia sampe ikut keangkat," kata Dewi.

Atap rumah denfan tipe 45 yang ditinggali bersama suami dan kelima anaknya itu terbawa angin hingga hanya beratapkan langit. Serpihan batu-batu di dinding rumahnya, membuat sesisi rumah penuh dengan tumpukan kerikil-kerikil bata batu.

Sementara pemerintah setempat baru memberikan bantuan berupa terpal untuk melindungi dari panas dan antisipasi hujan. "Bantuan ini baru indomie aja. Ada asbes tapi dari orang pribadi, ini baru selesai dipasang," kata Achmad (30) salah satu korban puting beliung yang rumahnya juga terdampak angin beliung.

Achmad mengakui angin datang setelah gerimis kecil menguasai wilayah Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. "Kaya kebo warna hitam muter-muter gitu anginnya dari atas terus turun, langsung kanopi rumah saya terbang ke genteng atas dalam rumah, brukk...," ujar Achmad.

Saat itu, kedua anak Achmad sedang bermain di luar. Untungnya, anak-anak sedang tidak berada di dalam. Pasalnya genteng yang terbang, jatuh tepat di atas rumahnya sehingga membuat seisi rumah porak poranda.

Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan bencana daerah (BDBD) Kota Bekasi Karsono mengatakan, sudah memerikan bantuan berupa makanan dan terpal, selanjutnya dengan bertahap akan diberi asbes. "Ini bencana alam, kita akan bantu dari pemerintahan bekasi. Apalagi yang mengalami kerusakan parah di tiga rumah Rt 4 Rw 4," ujar Karsono melalui pesan singkat.

Dari data yang diperoleh, Karsono mengatakan, 18 rumah mengalami kerusakan ringan yang berada di Rt. 3 Rw 4 sedangkan satu rumah mengalami rusak ringan di Rt 5 Rw 4. "Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun, kerugian masih kita hitung," kata Karsono.

Meskipun begitu, Achmad berharap agar bantuan berupa genteng ataupun asbes dapat cepat terealisasikan. Sebab, mengingat cuaca yang kerap hujan, asbes sangat dibutuhkan untuk melindungi dari air yang masuk rumahnya.

Begitupun Dewi, yang sehari-harinya berjualan gorengan. Ia berharap, agar pemerintah Bekasi Utara memberikan atap guna melindungi ia dan keluarganya dari panas dan hujan. "Kalau panas nembus, apalagi hujan, ngga ada penopang kayu di terpal-terpal itu, air hanya menggumpal di atas terpal, sama saja netes-netes juga ke dalam rumah," ujar Dewi.

Sementara itu Camat Bekasi Utara Lukmanul Hakim, mengatakan, ada 44 KK terdampak angin puting beliung di Rw 4 Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Kerusakan berat serperti atap genteng hancur terdapat di tiga rumah di Rw 4. Sementara itu, ia dan tim jajaran kecamatan sudah mengadakan pertemuan dengan ketua Rt, Rw, pihak kepolisian, Binsa membahas mengenai bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meskipun tak ada korban jiwa, pemerintah daerah setempat melakukan pendataan ulang guna memastikan besar kerugian dan bantuan yang akan disalurkan. "Kemungkinan minggu depan bantuan akan rata disalurkan. Hari ini sudah mendata sudah dikasih surat ke pa Walikota," ujar Lukman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA