Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Ribuan Rumah di Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir

Senin 12 Mar 2018 20:13 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bayu Hermawan

Warga dengan menggunakan perahu karet melintasi banjir di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/3).

Warga dengan menggunakan perahu karet melintasi banjir di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/3).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Meski banjir mulai surut, namun ribuan rumah masih terendam banjir

REPUBLIKA.CO.ID, DAYEUHKOLOT -- Banjir di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang sudah mulai surut. Meski begitu, ribuan rumah di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot hingga saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian air yang relatif menurun dari sebelumnya. Sebagian warga korban banjir masih mengungsi di pengungsian.

Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana mengatakan ketinggian banjir saat ini masih berada sekitar satu meter yang berada di delapan RW dari 14 RW yang ada di Dayeuhkolot. Kedelapan RW tersebut yaitu RW 1, 2, 4, 3, 4, 14, 5, 13, dan 9. Yayan menuturkan, jumlah rumah yang terendam di delapan RW tersebut mencapai ribuan unit dengan ketinggian air antara 70 hingga 1 meter lebih. Warga yang terendam masih mengungsi di beberapa titik pengungsian.

"Dua hari terakhir ini agak surut, seperti di depan Masjid Asofia Alun alun Dayeuhkolot sudah bisa dilalui kendaraan. Tapi kalau di pemukiman masih ada genangan sekitar 1 meteran lebih," ujarnya, Senin (12/3).

Menurutnya, mereka yang mengungsi berada di aula kantor Desa Dayeuhkolot sebanyak 65 KK dengan jumlah jiwa 186 orang. Sementara pengungsi lainnya tersebar di beberapa tempat seperti di Kantor Kecamatan, Kantor Koramil dan beberapa masjid.

Ia menuturkan, beberapa waktu lalu genangan air mencapai 2 meter. Namun saat ini sudah surut menjadi satu meter. Katanya, sejak awal tahun, pasang surut banjir terus terjadi. Curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan genangan air di pemukiman sangat lambat surut. "Selama curah hujan masih tinggi, dan Citarum meluap yah pasti masuk ke pemukiman airnya. Semoga saja hujannya segera berkurang dan banjir bisa segera berhenti," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA