Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

PPNI Perjuangkan Kesejahteraan Perawat Indonesia

Sabtu 17 Mar 2018 03:23 WIB

Rep: Rahmat Fajar / Red: Esthi Maharani

Perawat

Perawat

Foto: .
keluarga perawat Indonesia belum diikutsertakan dalam konteks pembangunan kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi profesi yang mewadahi perawat Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP-PPNI) akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 yang bertepatan pada tanggal 17 Maret 2018. Momentum ini digunakan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan perawat Indonesia.

"Hari ulang tahun PPNI ke-44 ini merupakan suatu momen yang penting. Mungkin juga ini suatu awal untuk memperjuangkan beberapa hal yang belum kita capai," ujar Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/3).

Dalam perayaan HUT PPNI kali ini akan disemarakkan dengan berbagai aksi nyata di berbagai daerah di Indonesia, seperti seminar, workshop, dan pelatihan. Selain itu juga akan digelar kegiatan pengabdian masyarakat seperti penyuluhan kesehatan, pembinaan posyandu, serta pembinaan rumah sehat dan desa sehat.

Menurut Harif, HUT kali ini mengangkat tema "Gerakan perawat dalam mendukung praktik keperawatan mandiri". Tema tersebut juga sesuai dengan salah satu program unggulam pemerintah saat ini yang mana tengah menggencarkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

"Kami mengambil tema ini karena keluarga perawat Indonesia belum merasakan diikutsertakan di dalam konteks pembangunan kesehatan," ucapnya.

Karena itu, dalam memontum kali ini, Harfi mendorong kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan untuk mempermudah pengurusan izin para perawat Indonesia yang ingin membuka praktek mandiri. "Solusi yang kami tawarkan itu adalah bagaimana perawat ini bisa melaksanakan peraktik mandiri sebagai upaya membantu pemerintah untuk mencapai Germas tadi yang lebih ke arah preventif promotif," katanya.

Selain itu, tambah dia, untuk mendukung Germas tersebut pihaknya mengusulkan kepada pemerintah agar sekitar 1 juta perawat di Indonesia juga bisa dimanfaatkan sebagai agen pembangunan sampai ke tingkat desa. "Kami juga mengusulkan tentang bagaimana ada perawat desa. Jadi perawat desa ini menjadi penting," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA