Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Banjir Setinggi Lutut Rendam Rumah dan Sawah Warga Palas

Ahad 18 Mar 2018 18:36 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Budi Raharjo

Banjir di Lampung. (ilustrasi)

Banjir di Lampung. (ilustrasi)

Foto: Antara
Warga Desa Bandan Hurip mengharapkan bantuan pangan dan air bersih di kampungnya.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Hujan yang masih mengguyur wilayah Lampung menyebabkan air Sungai Way Sekampung meluap. Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam sejumlah rumah dan sawah warga di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Ahad (18/3).

Keterangan yang diperoleh Republika, Ahad petang, banjir yang telah terjadi di Palas sepekan lalu meluas ke berbagai desa lainnya. Luapan Sungai Way Sekampung membuat rumah warga dan sawah yang berisi tanaman padi berusia muda terendam banjir. Korban banjir kesulitan air bersih dan pasokan logistik karena sudah berlangsung pada hari kedelapan.

Warga Desa Bandan Hurip mengharapkan bantuan pangan dan air bersih di kampungnya, lantaran banjir yang merendam rumahnya sudah lebih dari sepekan. Menurut Tarso, warga setempat, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum mengalir ke desanya. ''Sampai hari kedelapan banjir di desa kami belum ada bantuan dari pemerintah,'' katanya.

Menurut dia, warga memerlukan bantuan pangan dan air bersih, lantaran banjir yang merendam rumah dan lingkungannya belum juga surut. Desa Bandan Hurip baru mendapatkan bantuan dari Puskesmas Palas untuk pengobatan warga yang mulai terserang penyakit.

Kepala Desa Bandan Hurip, Sugiyanto menyatakan, banjir yang merendam desanya meliputi lebih dari 120 rumah dan ratusan hektare sawah. Sawah petani terendam padahal tanaman padinya baru berusia muda paling lama sebulan. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Warga Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas menderita kerugian karena tanaman padi di sawahnya rusak terendam banjir. Warga tidak bisa berbuat banyak karena banjir melebih tiga hari yang berdampak rusaknya tanaman padi. Yono, warga setempat mengaku pasrah dengan kejadian tersebut. Ia berharap pemerintah dapat membantu benih untuk menanam ulang sawahnya bila banjir surut..

Sawah padi di Desa Pulau Tengah terendam banjir setelah Sungai Way Pisang yang merupakan daerah aliran sungai meluap ke sawah-sawah petani. Tanaman padi yang berada di sawah tersebut masih berusia muda sekitar 30 hari.

Unit Pelaksana Teknis Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas mendata, terdapat banjir susulan merendam 1.225 hektare sawah petani di Palas. Data yang diperoleh menyebutkan, banjir susulan merendam Desa Bali Agung seluas 650 ha, Bumi Restu 450 ha, dan Tanjung Jaya 125 ha. Sedangkan banjir sebelumnya merendam 1.809 ha.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA