Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

TNI Kembali Lakukan Pengobatan Keliling di Papua

Rabu 21 Mar 2018 14:32 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ani Nursalikah

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad melakukan pengobatan keliling di Kampung Koya Koso, Jayapura, Papua, Selasa (20/3).

Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad melakukan pengobatan keliling di Kampung Koya Koso, Jayapura, Papua, Selasa (20/3).

Foto: dok. Penkostrad
Pengobatan yang dilakukan, yaitu membersihkan penyakit mata ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad kembali mengadakan pengobatan keliling untuk masyarakat. Kali ini, pengobatan keliling dilakukan di RT 03 RW 01 Kampung Koya Koso, Jayapura, Selasa (20/3).

Kegiatan yang dipimpin oleh Komandan Pos (Danpos) Koya Koso, Letda Inf. Pandu Wicaksono ini dilakukan bersama enam orang anggotanya. Pengobatan keliling tersebut dilangsungkan di rumah Ketua RT 03 Jeli Kiwo.

Beberapa hari yang lalu, didapati informasi banyak warganya yang menderita penyakit mata ikan. Oleh karena itu, Danpos Koya Koso memutuskan menggelar pengobatan keliling untuk warga di kawasan tersebut.

photo
Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad melakukan pengobatan keliling di Kampung Koya Koso, Jayapura, Papua, Selasa (20/3).

"Jangan sekali-kali menganggap remeh terhadap sebuah penyakit. Selalu gunakan alas kaki saat pergi berkebun," kata Pandu, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/3).

Ia juga mengatakan, apabila ada warga yang sakit agar jangan segan-segan datang ke Pos Koya Koso untuk berobat. Pandu akan dengan senang hati membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Pengobatan yang dilakukan, yaitu membersihkan penyakit mata ikan dan menutup kembali lukanya. Selain itu, masyarakat juga diberikan obat untuk mengobati luka pada mata ikan tersebut.

Kebanyakan warga Kampung Koya Koso bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, Pandu menilai warga harus memelihara kebersihan supaya mata ikan tidak terjadi infeksi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA