Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Kenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

Selasa 27 Mar 2018 15:19 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi Tuberkulosis.

Ilustrasi Tuberkulosis.

Foto: Reuters
Salah satu indikasinya adalah tubuh kurus.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat diimbau dapat mengenali gejala penyakit Tuberculosis (TB) pada anak. Deteksi dini bisa memastikan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.

"Beberapa gejala umum yang sering muncul dan bisa dijadikan sebagai indikasi adalah tubuh anak kurus, berat badan tidak bertambah dalam tiga bulan berturut-turut, nafsu makan berkurang dan berkeringat banyak saat tidur," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Selasa (27/3).

Menurut Agus, indikasi tersebut biasanya ditambah dengan batuk yang terus menerus dan masyarakat biasa menyebut gejala tersebut sebagai penyakit flek.

"Bisa saja anak yang terkena flek juga menderita Tuberculosis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan secara mendalam untuk memastikan apakah anak tersebut terkena TB atau tidak," katanya.

Jika sudah bisa terdeteksi sejak dini, lanjut Agus, maka bisa dilakukan langkah pengobatan yang lebih cepat sekaligus mencegah penularan penyakit yang lebih luas.

"Penemuan penderita TB harus terus dilakukan sehingga bisa dilakukan pengobatan. Penderita pun cepat disembuhkan dan tidak menularkannya ke orang lain," katanya.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bahkan menyediakan insentif berupa uang senilai Rp 500.000 bagi penderita warga Kota Yogyakarta yang rutin berobat hingga sembuh.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pada 2016 ditemukan 1.003 kasus TB dengan 594 kasus di antaranya diidap warga Kota Yogyakarta dan pada 2017 ditemukan sebanyak 665 kasus TB dengan 430 di antaranya warga Kota Yogyakarta.

Saat ini, Kota Yogyakarta menjadi satu-satunya pemerintah di kota/kabupaten di DIY yang memiliki rencana aksi daerah tentang penanggulangan TB yang ditetapkan melalui Perwal Nomor 102 Tahun 2017.

"Penemuan kasus TB harus terus dilakukan dan yang penting adalah penemuan kasus harus linier dengan penderita yang sembuh," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Oleh karena itu, lanjut Heroe, masyarakat tidak perlu khawatir jika temuan kasus TB cukup banyak karena hal tersebut berarti bahwa pengobatan juga bisa dilakukan lebih cepat.

"Penderita juga harus menjaga diri dan lingkungan, misalnya mengenakan masker, tidak meludah sembarang tempat dan menutup mulut saat batuk serta menjaga kondisi rumah agar selalu bersih," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA