Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pesan Arief Hidayat Kepada Ketua MK yang Baru

Senin 02 Apr 2018 16:59 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bilal Ramadhan

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (kanan)

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (kanan)

Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Arief telah tangani kasus hewan sakit, agama, sosial, budaya hingga teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat berharap Ketua MK yang baru Anwar Usman dapat menjalankan tugas dengan baik. Mahkamah Konstitusi kata Arief adalah lembaga yang menentukan arah kehidupan bangsa dan negara dari semua aspek kehidupan. Untuk itu hakim-hakim MK menurut hakim asal Semarang itu harus benar dalam memutuskan semua perkara yang diajukan rakyat.

"MK ini saya katakan sebagai lembaga yang seksi yang bisa men-drive arah kehidupan bangsa dan negara dari semua aspek," kata Arief di Gedung MK, Senin (2/4).

Arief menerangkan selama empat tahun menjadi Ketua MK, ia telah menghadapi berbagai macam perkara, mulai dari persoalan sakitnya hewan, persolan agama, sosial, budaya sampai teknologi. Dari berbagai perkara yang dihadapi MK setiap hari, yang harus dipertahankan MK agar terus menjaga marwah lembaga ini adalah dengan menjaga kesolidan ke sembilan hakim MK.

Alumni Universitas Diponegoro itu menyebut sembilan hakim MK adalah orang-orang yang punya kemampuan dan pemahaman baik dalam hal hukum konstitusi dan ketatanegaraan. Ia berharap semua hakim MK selalu mengedepankan kepentingan negara, undang-undang, Pancasila dan keutuhan NKRI.

Walau demikian, Arief juga tak mau antara hakim satu dengan yang lainnya saling intervensi dalam memberikan pendapat saat hendak memutuskan perkara. "Kita bersembilan harus solid meskipun independensi, parsialitas, dan otonomi kita masing masing tidak bisa dicampuri oleh hakim yang lain," ujar Arief.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA