Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Penyesalan Korban Selamat Miras Oplosan

Rabu 11 Apr 2018 02:48 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra

Tim medis tengah memberikan penanganan medis korban miras oplosan dalam kondisi kritis di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Selasa (10/4).

Tim medis tengah memberikan penanganan medis korban miras oplosan dalam kondisi kritis di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Selasa (10/4).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Tujuh orang warga Sukabumi dilaporkan tewas akibat minuman alkohol yang dicampur.

REPUBLIKA.CO.ID,  SUKABUMI -- Suasana di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam dua hari terakhir tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah perawat dan dokter terlihat menangani sejumlah warga yang datang dalam kondisi kritis akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Kesibukan ini tepatnya mulai terasa pada Ahad (8/4) dan Senin (9/4) karena tercatat sebanyak 15 orang korban miras oplosan yang berobat ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang di antaranya meninggal dunia dan yang lainnya dirawat di rumah sakit.

Pada Selasa (10/4), korban miras oplosan terus berdatangan. Tercatat, sebanyak tiga orang korban miras oplosan dan satu di antaranya bahkan meninggal dunia. Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam perawatan tim medis.

Salah satu korban yang mendapatkan perawatan adalah Viki Fernando (17), warga Cikelat, Kecamatan Cisolok. Viki terlihat masih bisa berkomunikasi, meskipun ia mendapatkan infus dan bantuan pernapasan.

Contohnya pada saat Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi berkunjung, Viki masih bisa menjawab beberapa pertanyaan. "Saya menyesal dan kapok, Pak," ujar dia saat ditanya oleh Kapolres.

Viki mengaku meminum miras oplosan baru pertama kali. Ia melakukannya bersama dengan belasan temannya di Lapangan Cikelat Cisolok. Beruntung, ia hanya minum sedikit miras oplosan. Kondisinya lebih baik dibandingkan dengan temannya, yakni Yopi (18), warga Desa Wanajaya, Cisolok, yang meninggal dunia pada Selasa pagi di IGD RSUD Palabuhanratu.

Penyesalan minum miras oplosan pun disampaikan oleh korban lainnya, Riki Gunawan (25). "Saya bersama teman minum miras pada saat ada acara musik pada Sabtu (7/4)," kata dia yang masih tergolek lemas di tempat perawatan IGD rumah sakit.

Riki juga mengaku baru pertama kali minum miras oplosan. Ia menyesal dan tidak akan minum miras oplosan lagi.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi merasa prihatin dengan adanya tujuh orang warga yang tewas akibat miras oplosan. "Ironisnya ada korban tewas yang masih berstatus pelajar SMA berumur 18 tahun," kata dia. Korban tersebut atas nama Yopi yang meninggal terakhir pada Selasa pagi.

Nasriadi berharap, orang tua harus memperhatikan kondisi anaknya dari pengaruh miras. Selain itu, mereka harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencegah peredaran miras oplosan.

Polisi, kata Nasriadi, sudah mengerahkan petugasnya hingga ke polsek-polsek untuk merazia tempat rawan peredaran miras. Upaya ini untuk mencegah kasus tewasnya warga akibat menenggak miras oplosan.

Kepala Bagian Pelayanan RSUD Palabuhanratu Sukabumi Saeful Ramdhan  menerangkan, jumlah korban miras oplosan yang masuk ke RSUD Palabuhanratu hingga Selasa sore mencapai 18 orang. Rinciannya, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan sembilan orang masih dalam perawatan serta dua orang sudah pulang ke rumahnya.

Menurut Saeful, dari sembilan pasien yang dirawat, empat orang berada di IGD dan satu di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, lima korban lainnya sudah di ruang perawatan.

Korban miras oplosan, ungkap Saeful, berasal dari sekitar Palabuhanratu dan satu orang warga Cibadak Sukabumi. Rentang usia para korban mulai 32 tahun hingga 52 tahun.

Saeful menerangkan, rata-rata gejala awal yang dirasakan korban adalah gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah. Selain itu, gangguan pernapasan seperti sesak napas yang hebat dan gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan penurunan kesadaran.

Selain 18 pasien yang tercatat, kata Saeful, ada dua orang korban lainnya yang dalam perjalanan. Nantinya korban tersebut akan segera ditangani tim medis.

Lebih lanjut, Saeful berharap, warga yang merasa meminum miras oplosan diminta untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Bila ditangani dengan cepat, kondisi kesehatannya bisa segera ditangani.

Data yang dihimpun menyebutkan, tujuh orang warga yang tewas adalah Dewa Prabowo (27), warga Gunungbutak, Kecamatan Palabuhanratu; Hendrik alias Tokek, warga Kampung Cemara, Kelurahan Palabuhanratu; Damendra bin Dedi (35 tahun), dan warga Kampung Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu. Korban lainnya adalah Erik, warga Kampung Gunungsumping, Desa Citepus, dan Ruhmana (35), warga Kampung Babakan Anyar, Palabuhanratu.

Terakhir, Rizal (25), warga di sekitar Stasiun Kereta Api Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan Yopi, warga Desa Wanajaya, Kecamatan Cisolok, yang meninggal Selasa siang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA