Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Di Mana Ahok Saat Kerusuhan di Mako Brimob?

Jumat 11 Mei 2018 16:21 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4)

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5).

Foto:
Kerusuhan di Mako Brimob dinilai waktu tepat memindahkan Ahok ke Lapas Cipinang.

Kerusuhan di Mako Brimob pun dinilai sebagai waktu tepat memindahkan Ahok. Menurut pakar hukum pidana, M Mudzakir, Rutan Mako Brimob tidak seharusnya menjadi lokasi Ahok menjalani masa hukumannya. Ahok seharusnya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang.

Sebelumnya Ahok dipindahkan ke Mako Brimob karena alasan keamanan. "Nah sekarang keadaan kan sebaliknya. Katanya Mako Brimob tempat yang paling aman buat Ahok, walaupun tidak tahu pasti ancamannya dari siapa, kan tidak jelas. Nah, sekarang keadaan sebaliknya," ujar Mudzakir kepada Republika.co.id, Jumat (11/5).

Menurut Mudzakir, pemberontakan narapidana yang terjadi pada Selasa (8/5) hingga Kamis (10/5) itu merupakan bukti rutan tersebut tidak aman. Apalagi dalam regulasinya, seseorang yang sudah ditetapkan masa hukumannya, atau sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), seharusnya ditahan di lapas bukan rutan.

Terpidana penjara seharusnya berada di lapas agar mendapatkan pembinaan sesuai dengan hak-haknya. Menurut dia, tidak ada alasan lagi karena kasus Ahok sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Tidak ada alasan lagi karena dia telah memiliki kekuatan hukum, jadi tetap masuknya di lapas bukan rutan. Supaya dia punya hak sebagai binaan lapas, seperti hak remisi dan sebagainya. Kalau di rutan kan tidak ada pembinaan," kata Mudzakir.

Selain itu, Ahok harus segera dipindahkan ke tempat seharusnya, yaitu lapas, agar nanti tidak menimbulkan gejolak di tempat lain, mengapa melaksanakan pidana penjara di Mako Brimob, bukan di lapas. Apalagi dari segi fasilitas dibandingkan dengan lapas, rutan Mako Brimob memiliki fasilitas yang lebih bagus.

"Saya mengkritik itu. Kalau nanti orang menggugat, Ahok itu telah melaksanakan pidana penjara atau belum. Orang akan bisa menjawab yuridis formilnya belum karena dia ada di rutan, bukan lapas," ujarnya.

 

Ahok seharusnya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang.

Ahok sudah ditahan di Mako Brimob selama setahun sejak divonis penjara selama dua tahun pada 2017 lalu. Dia sempat dibawa ke Lapas Cipinang sebelum akhirnya dibawa ke Rutan Mako Brimob karena faktor keamanan.

Namun, pendapat berlawanan disampaikan Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto. Ia menegaskan, Ahok tidak akan dipindahkan dari Rutan Mako Brimob menyusul kerusuhan yang terjadi di rutan tersebut.

photo
Sejumlah petugas Brimob berjaga pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5).

Ade menyatakan, Rutan Mako Brimob masih dalam kondisi aman sehingga Ahok tidak perlu dipindahkan ke tempat penahanan lain dengan alasan keamanan. Namun, lanjutnya, bukan tidak mungkin terpidana kasus penodaan agama itu dipindah jika suasana di Rutan Mako Brimob dianggap tidak aman.

"Memungkinkan untuk memindahkannya. Tapi, kami tetap akan berkoordinasi," tuturnya.

Ade juga menjelaskan, Ahok berada dalam kondisi yang aman, meski telah terjadi peristiwa keributan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Masih aman karena kan itu tempatnya terpisah, jadi tidak tercampur dengan (tempat) yang (untuk) teroris, di sana kan ada tempat-tempatnya," ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA