Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Di Mana Ahok Saat Kerusuhan di Mako Brimob?

Jumat 11 Mei 2018 16:21 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4)

Operasi pembebasan sandera Mako Brimob

Foto:
Kerusuhan di Mako Brimob dinilai waktu tepat memindahkan Ahok ke Lapas Cipinang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menuturkan, keributan di Rutan Mako Brimob menyebabkan adanya sejumlah korban luka. Petugas pun turut menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Selasa (8/5).

Perkembangan terbaru, kerusuhan memakan enam korban jiwa. Jenazah mereka sedang diidentifikasi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/5). Keenam jenazah tersebut tiba di RS Polri sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung.

Jenderal Iqbal menyebut, semua tahanan yang ada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tidak ada yang terganggu dengan adanya insiden kerusuhan di Mako Brimob. Hal itu dia sampaikan ketika disinggung soal Ahok.

"Ini kenapa ditanyakan lagi? Yang jelas tidak ada yang terganggu, di kompleks ini. Semua aman," tutur Iqbal saat memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Kamis (10/5).

Dia mengatakan, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di blok-blok kompleks Mako Brimob. Dengan mengumpulkan alat bukti, dia menyebut pihak kepolisian akan mendapatkan kronologi yang lebih rinci mengenai apa yang terjadi di Mako Brimob.

"Saat ini kami sedang mengumpulkan alat-alat bukti. Dan insya Allah ketika semua selesai, begitu hasil otopsi kita dapatkan dan saya pegang, Humas akan mengadakan konpers lanjutan agar lengkap kronologi barang bukti yang disita dan digunakan untuk kejahatan," kata dia.

Iqbal juga mengatakan, kondisi terakhir dari anggota Densus 88 yang sebelumnya disandera dan dibebaskan pada Kamis dini hari, Iwan Sarjana, dalam kondisi yang sehat. Iwan dirawat dan apa yang menjadi keterangannya, kata dia, menjadi hal yang penting bagi penyidik.

Ini kenapa ditanyakan lagi? Yang jelas tidak ada yang terganggu, di kompleks ini. Semua aman, kata Brigjen Mohammad Iqbal.

Dia pun lalu menutup konferensi pers sekaligus menutup media center di Mako Brimob. "Dengan ini saya tutup media center di sini, dan saya ucapkan terima kasih kepada rekan media," ungkapnya.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin memastikan petugas keamanan telah menyelesaikan operasi pembebasan sandera di Rumah Tahan Salemba cabang Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Kamis (10/5) pagi. "Operasi penanggulangan pembebasan sandera sudah selesai aman dan terkendali dan seluruh napi teroris sejumlah 156 menyerahkan diri," ujar Syafruddin.

Operasi sterilisasi dilakukan hingga Kamis (10/5) pagi. Operasi tersebut berakhir sekitar pukul 07.15 WIB. Dari operasi ini, 155 tahanan yang melakukan penyanderaan dinyatakan menyerah. Satu napi tewas ditembak saat insiden terjadi pada Selasa (8/5) malam.

Sebelumnya, dalam kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, tersebut, narapidana menguasai seluruh enam blok Rumah Tahanan cabang Salemba. Enam orang, yakni lima polisi dan satu narapidana, tewas dalam kerusuhan yang bermula sejak Selasa malam tersebut. Satu sandera petugas kepolisian berhasil dibebaskan pada Rabu (9/5) tengah malam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA