Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Paslon Ruli Ingin Kota Bandung Ramah Bagi Difabel

Selasa 15 May 2018 20:52 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Bayu Hermawan

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat.

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Paslon Ruli ingin Kota Bandung Ramah bagi difabel di segala bidang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung nomor urut 1 Nurul Arifin san Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) bertekad menjadikan Kota Bandung ramah bagi difabel. Para difabel bisa mendapat akses pendidikan inklusif, transportasi, hak memperoleh pekerjaan hingga infrastruktur kota yang memadai.

Nurul menyatakan Kota Bandung telah dicanangkan sebagai Kota Inklusi. Namun masih banyak layanan yang masih harus dipoles. Dari sisi pendidikan, contohnya, dirinya mengaku mendapat informasi jika anak dan warga difabel masih mendapat diskriminasi.

Diperlukan program khusus secara gencar untuk menyamakan persepsi agar semua warga bisa beraktivitas bersama tanpa menumbuhkan rasa perbedaan. Sehingga stigma terhadap warga disabilitas dapat hilang sesuai dengan perintah Undang Undang no.8 tahun 2016 kata Nurul seperti dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (15/5).

Nurul mengungkapkan semua masyarakat harus diperlakukan secara sama dan adil. Termasuk para difabel yang juga setara dengan warga lainnya. Mereka banyak yang memiliki kompetensi dan kemanpuan untuk bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan kota Bandung.

Disinggung mengenai hak memperoleh pekerjaan bagi warga berkebutuhan khusus, Nurul mengatakan, bahwa pada dasarnya sejak tahun 1997 lalu sudah ada Undang Undangnya dan diperbaharui melalui Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016, dimana, untuk lembaga pemerintah paling tidak 2 persen dari pekerjanya diperuntukan bagi penyandang disabilitas. Sementara untuk sektor swasta sebanyak 1 Persen.

Ia mengatakan, dari segi Infrastruktur, dirinya mengaku masih menemukan banyak trotoar yang indah, namun belum memudahkan akses bagi warga difabel. Bagi penyandang tuna netra, imbuhnya, blok pemandu yang berfungsi mengarahkan mereka untuk jalan di trotoar kerap terhalangi PKL, pos keamanan bahkan lubang.

"Sejumlah trotoar masih memunculkan ketinggian yang sulit diakses oleh pengguna kursi roda," ujarnya.

Transportasi juga masih menjadi kendala warga difabel untuk berpindah lokasi. Hibah tiga bus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbatas rute dan waktu operasional. Padahal, kata Nurul, ada sekitar 8 ribu warga difabel di Kota Bandung yang memerlukan mobilitas ke berbagai penjuru kota.

"Kebanyakan dari warga ini berinisiatif memodifikasi motornya agar aktifitas mereka tidak terkendala. Semangat mereka ini yang membuat saya ingin segera memimpin Kota Bandung bersama Kang Ruli untuk serius memberi pelayanan tanpa diskriminasi," tuturnya.

Ruli menambahkan pembangunan kota yang dianggap revolusioner, ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan warga difabel saat ini. Ia mengatakan Nurul-Ruli menginginkan infrastruktur dan aksesibilitas pendukung bagi kaum difabel bisa direalisasikan secara serius dimasa datang.

Sedih ya, banyak kasus, mereka mengalami kecelakaan karena trotoar yang tidak ramah. Sulit untuk berpindah lokasi karena tidak ada angkutan dengan fasilitas naik turun kursi roda. Jika saya pada posisi mereka, tentu saya juga kesulitan mengejar ritme kota ini yang semakin cepat," katanya.

Ia mengaku, beberapa kali dirinya dan Nurul menerima kunjungan dari warga difabel, atau bertemu saat melakukan kampanye di sejumlah wilayah. Dari banyak pertemuan itu, warga difabel tersebut menunjukan semangat hidup yang tinggi untuk dapat menjalani aktivitas kehidupan sehari hari.

Hal ini, tegasnya, patut diapresiasi karena mereka enggan untuk mengeluhkan kondisi layanan kota yang masih minim, mereka fokus bertahan hidup bagi keluarganya. "Mereka ini pejuang, lebih gigih dari kita. Semua memiliki harapan sama, ingin bisa menikmati layanan pemerintah yang setara dengan layanan kepada warga umum lainnya," ujanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA