Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pertamina Jaga Pasokan LPG 3 Kilogram di Semarang

Kamis 17 May 2018 16:50 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Friska Yolanda

Pekerja membawa tabung gas elpiji tiga kilogram (gas melon) untuk dipindahkan ke truk pengangkut gas di agen penjualan gas, Mampang, Jakarta, Senin (31/10).

Pekerja membawa tabung gas elpiji tiga kilogram (gas melon) untuk dipindahkan ke truk pengangkut gas di agen penjualan gas, Mampang, Jakarta, Senin (31/10).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ketersediaan gas melon di Semarang mencapai 28,73 juta tabung.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Selama bulan suci Ramadhan, konsumsi LPG tabung 3 kilogram oleh masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY diprediksi bakal mengalami lonjakan. Untuk menyikapi hal ini, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan DIY memperkuat stok LPG selama Ramadhan.

Manager Communicationand CSR MOR IV Pertamina Andar Titi Lestari mengatakan, lonjakan konsumsi LPG bersubsidi diperkirakan berlangsung hingga akhir Ramadhan nanti seiring dengan tingginya permintaan masyarakat untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri. Untuk mengantisipasi lonjakan, Pertamina MOR IV telah menyiagakan tambahan stok hingga 10 persen selama Ramadhan kali ini.

Ia menjelaskan, konsumsi harian (normal) LPG tabung 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan DIY rata-rata mencapai 26.126.813 tabung. Pertamina menambah 2,6 juta tabung lagi untuk mengamankan pasokan.

"Sehingga, ketersediaan LPG tabung melon selama Ramadhan ini menjadi 28.736.410 tabung per hari," ujarnya, Kamis (17/5).

Dengan penguatan stok ini, diharapkan konsumsi LPG 3 kilogram selama Ramadhan akan tetap terjamin. Masyarakat pun tidak akan kesulitan untuk mendapatkan komoditas energi ini.

Guna mendukung langkah-langkah ini, Pertamina MOR IV juga memperkuat layanan LPG di depot-depot, lembaga penyalur serta lokasi yang memiliki potensi rawan kelancaran distribusi. Seperti, wilayah-wilayah di Jawa Tengah dan DIY yang selama ini dianggap rawan terhadap kepadatan arus lalu lintas dan bisa menghambat upaya distribusi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA