Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Pemda Diminta Pantau Harga Pangan di Pasar

Senin 28 May 2018 14:41 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Pekerja memlakukan bongakar muat tepung terigu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta,?Kamis (12/6).

Pekerja memlakukan bongakar muat tepung terigu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta,?Kamis (12/6).

Foto: Republika/Prayogi
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah tepung terigu.

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG - Pemerintah Kabupaten/Kota diminta lebih cermat dalam memantau fluktuasi harga bahan pangan strategis di pasar-pasar, baik tradisional dan modern. Hal ini menyusul mulai ada indikasi lonjakan harga sejumlah komoditas di pasaran menjelang Lebaran 1439 H. Pemda diminta segara mengoordinasikan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil kebijakan lanjutan, termasuk pengadaan operasi pasar.

"Kita stabilkan harga pangan. Tolong Pemkab pantau harga 9 bahan pokok di pasaran," ujar Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, Senin (28/5).

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah tepung terigu. Berdasarkan pantauan di pasar, harga rata-rata tepung terigu berbagai merek dibanderol Rp 9 ribu per kilogram (kg). Angka ini lebih mahal Rp 1.000 dibanding harga rata-rata tepung terigu di hari biasa yakni Rp 8 ribu per kg.

Kepala Bulog Divisi Regional Sumbar, Suharto Djabar, mengakui adanya peningkatan harga tepung terigu di pasaran Sumbar. Alasannya, permintaan yang melonjak seiring mendekati Hari Raya Lebaran 1439 H.

"Ramadhan, apalagi jelang Idul Fitri, aktivitas ibu-ibu rumah tangga membuat kue lebaran meningkat. Ini salahsatu faktor yang menyebabkan harga naik. Tapi itu masih wajar," jelas Suharto.

Menanggapi adanya kenaikan harga di lapangan, Suharto menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan operasi pasar. Bulog Sumbar, ujarnya, masih menguasai cadangan tepung terigu sebanyak 20 ton, yang tersimpang di gudang-gudang di kabupaten/kota.

"Ibu-ibu jangan ketakutan terigu habis. Stok ada 20 ton, dalam waktu dekat datang lagi 6 ton. Kalau untuk harga terigu Bulog, dijual Rp 8.200 per kg. Terigu itu sudah kami kemas rapi, namanya Terigu Kita. Kalau ada yang minta operasi pasar untuk terigu, kami luncurkan ke lokasi," jelasnya.

Selain tepung terigu, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional juga memantau sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di Sumbar terutama adalah minyak goreng curah untuk pasar tradisional, serta telur ayam ras dan cabai merah keriting untuk pasar modern. Minyak goreng curah mengalami kenaikan 0,05 persen menjadi Rp 11 ribu per kg. Sementara telur ayam ras naik 0,43 persen menjadi Rp 23 ribu per kg dan cabai merah keriting naik 0,71 persen menjadi Rp 49.600 per kg. Untuk daging sapi, relatif stabil namun masih bertengger di atas Rp 120 ribu per kg untuk wilayah Sumbar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA