Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Terpilih Jadi Anggota tidak Tetap DK PBB, Ini Kata Jokowi

Ahad 10 Jun 2018 07:45 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Kementerian Agraria dan Tata Ruang
Jokowi mengatakan Indonesia akan berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik keterpilihan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), dalam sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (8/6). Jokowi mengatakan Indonesia harus berperan dalam ketertiban dunia.

"Alhamdulillah, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kita akan berperan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial -Jkw," kata Presiden Jokowi melalui akun Twitter resminya @jokowi, Ahad (10/6).

Seperti diketahui, Indonesia berhasil menjadi anggota Dewan Keamanan PBB setelah memperoleh dukungan 144 suara dari 193 suara dalam pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) periode 2019-2020 di sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat. Selain Indonesia, sejumlah negara lainnya juga terpilih menjadi anggota tak tetap DK PBB periode 2019-2020. Di antaranya yakni Belgia, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Jerman.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan, Indonesia akan fokus dalam memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global setelah terpilih menjadi anggota tak tetap DK PBB. Indonesia, kata dia, akan mendorong budaya dialog dalam menyelesaikan konflik, serta meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan.

Selain itu, Indonesia juga akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Terkait menghadapi ancaman terorisme dan ekstremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Dan terakhir, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA