Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Mudahkan Turis ke Gili, Lombok Utara Berencana Bangun JPO

Senin 11 Jun 2018 23:33 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Hazliansyah

Sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara menaiki kapal cepat menuju Gili Trawangan di pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar, Gerung, Lombok Barat, NTB, Kamis (29/9).

Sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara menaiki kapal cepat menuju Gili Trawangan di pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar, Gerung, Lombok Barat, NTB, Kamis (29/9).

Foto: Antara
JPO akan menghubungkan Terminal Teluk Nara dengan Pelabuhan Teluk Nara

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Terminal Teluk Nara dengan Pelabuhan Teluk Nara.

Pelaksana tugas (plt) Kabag Humas Setda Kabupaten Lombok Utara Mujadid Muhas mengatakan, Pelabuhan Teluk Nara merupakan satu dari dua pelabuhan resmi untuk penyeberangan ke tiga gili: Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, selain Pelabuhan Bangsal. Jarak antar kedua pelabuhan ini sekira 4,4 kilometer (km) atau sekira delapan menit perjalanan.

Pelabuhan Teluk Nara difungsikan sebagai pelabuhan dengan kategori kelas menengah ke atas, sedangkan Pelabuhan Bangsal untuk kategori menengah ke bawah atau publik dengan harga yang relatif lebih murah.

Namun begitu, Mujadid menambahkan, masih banyak dermaga lain -- di luar dermaga atau pelabuhan resmi-- yang beroperasi.

"Kita juga sedang berbenah. Dermaga banyak sekali, yang resmi kan cuma dua, dermaga Teluk Nara dan Bangsal. Tapi pada kenyataan masih banyak hotel-hotel yang punya dermaga sendiri," ujar Mujadid kepada Republika.co.id di Mataram, NTB, Ahad (10/6) malam.

Pemkab Lombok Utara tidak melarang pelaku usaha perhotelan di tiga gili memiliki tempat khusus bagi para tamunya yang hendak menyeberang ke tiga gili sebagai tempat singgah sementara. Sedangkan, untuk penyeberangannya diharapkan tetap menggunakan dua pelabuhan resmi.

"Maunya kita (Pemkab Lombok Utara) terpusat di dua dermaga saja, jadi mereka (hotel) enggak apa-apa, usaha mereka tidak terganggu. Walaupun aksesnya dari hotel tetap berangkatnya dari (pelabuhan) Bangsal dan Teluk Nara," lanjut dia

Mujadid tidak memungkiri jika pelayanan Terminal Teluk Nara yang diresmikan pada April 2017 belum berjalan maksimal. Kata dia, Terminal Teluk Nara diproyeksikan sebagai pusat terpadu bagi wisatawan yang hendak berlibur ke tiga gili, termasuk menyediakan areal belanja berbagai macam produk kerajinan dan oleh-oleh khas Lombok.

Mujadid menilai, salah satu kendala yang dirasa menjadi persoalan ialah pengunjung diharuskan menyeberang jalan raya dari Terminal Teluk Nara menuju Pelabuhan Teluk Nara.

"Terminal Teluk Nara kan orang harus nyeberang dulu (ke Pelabuhan Teluk Nara) di jalan raya, mungkin itu yang buat orang malas. Sekarang mau dibuat jembatan penghubung dari terminal ke dermaga jadi mereka udah langsung bisa dan mudah," kata Mujadid menambahkan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA