Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Sosiolog: Mudik Momentum Penyegaran Motivasi

Sabtu 16 Jun 2018 11:15 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pemudik. Ilustrasi

Pemudik. Ilustrasi

Foto: Antara
Mudik bisa memotivasi perkuatan pola hidup sederhana setelah menghadapi pola hedonis.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Mudik atau pulang ke kampung halaman merupakan salah satu tradisi yang sudah melekat pada masyarat Indonesia setiap menyambut momen Idul Fitri. Menurut Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Dr Ansari Yamamah, tradisi ini salah satu yang layak dipertahankan karena menjadi bentuk penyegaran motivasi luhur dalam kehidupan.

"Mudik merupakan tradisi yang sangat identik dengan Idul Fitri," katanya di Medan, Sabtu (16/6).

Dari aspek sosial, kata Ansari,  sangat banyak manfaat dapat diambil dari tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut. Selama ini, area perkampungan selalu dikaitkan dengan nilai keluhuran, karena banyak yang belum terkontaminasi dengan pola hidup yang hedonis.

Dengan mudik, masyarakat dapat kembali menyegarkan motivasi untuk memperkuat pola hidup sederhana setelah menghadapi pola hidup hedonis dan metropolis perkotaan yang menyebabkan nilai keluruhan mulai terkikis.

Sudah menjadi rahasia umum kehidupan perkotaan banyak yang permisif sehingga memunculkan istilah "homo homini lupus" atau kelompok yang kuat memangsa kelompok yang lemah.

"Manusia seperti menjadi serigala bagi manusia lain, itulah gaya hidup perkotaan. Dengan mudik, diharapkan masyarakat bisa lebih toleran," tambahnya.

Kemudian, dalam menjalani kehidupan di perkampungan melalui mudik, masyarakat juga diharapkan dapat melihat langsung pola kepedulian masyarakat di pedesaan.

Dengan gaya hidup metropolis di perkotaan yang penuh dengan kesibukan dan persaingan, sikap saling peduli itu semakin sulit didapatkan.

Bahkan, tidak jarang masyarakat perkotaan tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya, termasuk dengan tetangganya sendiri.

Karena itu, masyarakat yang menggelar mudik diharapkan tidak terjebak pada rutinitas semata, tanpa mampu mengambil hikmah dengan menyegarkan motivasi hidup. "Dengan mudik, diharapkan nilai luhur di pedesaan bisa diterapkan setibanya di kota," ujar Ansari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA