Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Kapolda Sumut Antisipasi Kerawanan Pemilu di Sejumlah Daerah

Rabu 27 Jun 2018 01:06 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yudha Manggala P Putra

Anggota kepolisian dan prajurit TNI mengikuti apel konsolidasi pengamanan Pilkada Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/4).

Anggota kepolisian dan prajurit TNI mengikuti apel konsolidasi pengamanan Pilkada Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/4).

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Sejumlah daerah di Sumut disebut berpotensi terjad kerawanan pilkada.

REPUBLIKA.CO.ID,  MEDAN -- Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Paulus Waterpauw menyebut ada sejumlah potensi kerawanan yang mungkin saja bisa terjadi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018. Ia menyebut sejumlah daerah yang berpotensi terjadi kerawanan pilkada diantaranya Kota Medan, lalu Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, Nias Selatan.

"Itu bukan faktor intimidasi atau yang lain, itu faktor geografis, dan letak dan jarak yang terkendala bagi kita," kata Paulus kepada wartawan sebelum menggelar apel bersama dengan jajaran pasukan TNI di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Selasa (26/6).

Selain dari segi geografis, Paulus menambahkan beberapa daerah seperti di Kota Medan dan Tapanuli Tengah juga berpotensi terjadi kerawanan konflik. Menurutnya, sejarahnya masyarakat yang berkonflik di daerah tersebut menjadi catatan bagi kepolisian untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik.

"Ada konflik awal yang menjadi batas antar kabupaten itu jadi atensi kita," katanya.

Polda Sumut sendiri mengerahkan 13 ribu lebih pasukan untuk mengamankan pilkada serentak yang akan digelar Rabu (27/6). Kapolda pun mengingatkan kepada pasukannya untuk waspada dan menjaga satu sama lain dari ancaman terorisme.

"Kalaupun keadaan seperti ini, kita tahu bahwa ancaman-ancaman terorisme itu tetap ada, bukan tidak ada. Oleh karenanya saya mengingatkan setelah patroli mohon dengan sangat gunakan body sistem. Tetap gunakan pengawalan dan saling jaga satu sama lain," katanya di hadapan pasukan TNI dan Polri.

 

Paulus mengatakan Polda Sumut juga menempatkan beberapa anggota brimob untuk ditempatkan di tiap TPS. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya aksi teror.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA