Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Djarot Saiful Hidayat Menang di Seluruh Lapas dan Rutan

Jumat 29 Jun 2018 16:40 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Muhammad Hafil

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus didampingi Politisi PDI PerjuanganTrimedya Panjaitan (kanan) memberikan keterangan hasil hitung cepat lembaga survei Pemilihan Gubernur Sumut 2018 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/6).

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus didampingi Politisi PDI PerjuanganTrimedya Panjaitan (kanan) memberikan keterangan hasil hitung cepat lembaga survei Pemilihan Gubernur Sumut 2018 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/6).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Meski memenangkan hati ribuan narapidana dan tahanan, suara Djarot tak terdongkrak.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, menang dalam menarik hati para warga binaan (narapidana) di Sumatra Utara (Sumut). Mereka mengungguli Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam pilgub yang diikuti ribuan warga binaan di lapas, rutan, dan cabang rutan di provinsi ini.

Humas Kanwil Kemenkumham Sumatra Utara Josua Ginting mengatakan, ada 5.113 warga binaan yang ikut memilih. Mereka tersebar di 39 lapas, rutan, dan cabang rutan yang berada di bawah Kemenkumham Sumut.

"Untuk paslon nomor urut satu, 2.130 orang, paslon nomor dua, 2.525 orang. Ada 161 surat suara yang tidak sah," kata Josua, Jumat (29/6).

Baca juga: Hari H Pilkada, Djarot Belum Tahu di Mana akan Mencoblos

Josua mengklaim, pelaksanaan pilgub di seluruh unit pelayanan terpadu (UPT) di bawah Kemenkumham Sumut berjalan tanpa kendala berarti. Para warga binaan mengikuti pilgub dengan baik dan terkendali.

"Sampai saat ini, kanwil tidak ada menerima laporan dari tiap UPT yang dalam pelaksanaan pilgub ada kendala. Semua berjalan dengan baik," ujar dia.

Meski memenangkan suara warga binaan, posisi Djarot-Sihar ternyata tidak terdongkrak. Dalam hitung cepat yang ditampilkan KPU di situsnya pada pukul 14.15 WIB, dari 91,38 persen suara yang masuk, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah memperoleh 57,69 persen, sementara Djarot-Sihar sebesar 42,31 persen. 

Baca juga: Sihar dan Djarot tak Masuk Daftar Pemilih Tetap

Baca juga: Kekalahan Djarot-Sihar di Pilkada Sumut Mengejutkan PDIP

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA