Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

'Kelancaran Pilkada Serentak Kemenangan Bangsa'

Jumat 29 Jun 2018 16:19 WIB

Red: Fernan Rahadi

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim dan Pilkada Malang di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6).

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim dan Pilkada Malang di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/6).

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Sri Yunanto meminta bagi kelompok yang calonnya menang tidak usah jemawa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah berhasil digelar di 171 daerah dengan lancar dan aman. Nama-nama calon kepala daerah baru pun telah mengemuka, meski dinamika pasca-Pilkada serentak tetap terjadi di beberapa daerah. 

Sukses Pilkada serentak 2018 ini merupakan keberhasilan demokrasi di Indonesia dan berkat kecerdasan seluruh masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Ini sangat membanggakan. Pertama suksesnya Pilkada serentak 2018 ini merupakan kemenangan akan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan, juga secara moral adalah buah dari keikhlasan semua pihak sebagai bangsa Indonesia yang cinta damai dan menjunjung tinggi persatuan,” kata Staf Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto di Jakarta, Jumat (29/6).

Dengan keberhasilan Pilkada serentak ini, Sri Yunanto meminta bagi kelompok yang calonnya menang tidak usah jemawa karena Pilkada ini adalah awal dari pengabdian politik. Begitu juga yang kalah, harus ikhlas dan tidak usah berkecil hati karena ke depan mereka tidak berurusan dengan orang, tapi dengan kinerja pemimpin daerah masing-masing. Kalaupun ada masalah yang tidak wajar atau bahkan melanggar hukum, harus diselesaikan melalui jalur hukum

“Jangan menggunakan fisik, apalagi kekerasan, karena itu akan merusak demokrasi dan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah kita bangun,” kata Sri Yunanto.

Keberhasilan Pilkada serentak 2018 ini, lanjut pria yang juga pengamat politik Islam ini, menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu menjalani proses demokrasi yang sehat, kompetetif, dan nantinya akan memuaskan. Namun demikian, ini juga tidak menjamin pesta-pesta demokrasi berikutnya bebas dari masalah. Kampanye hitam, hoaks, hate speech (ujaran kebencian), radikalisme dan terorisme, menjadi hal yang harus cegah di setiap proses demokrasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA