Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

BKSDA Temukan Gajah Mati Membusuk

Ahad 01 Jul 2018 03:15 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Gajah (ilustrasi)

Gajah (ilustrasi)

Foto: VOA
Diduga gajah mati setelah makan racun.

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUMO -- Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu menemukan satu bangkai gajah sumatera (Elphas maximus Sumatrae) yang telah membusuk di kebun kelapa sawit milik warga di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko.

Kepala Resor BKSDA Air Hitam Kabupaten Mukomuko Selamet Riadi di Mukomuko, Sabtu (30/6) mengatakan, pihaknya bersama dengan petugas BKSDA Provinsi Bengkulu, petugas TNKS, anggota Koramil dan anggota Polsek Kecamatan Sungai Rumbai menemukan satu gajah yang diperkirakan sudah mati selama beberapa hari lalu.

BKSDA Bengkulu membawa dokter hewan untuk mengidentifikasi dan menyelidiki penyebab kematian gajah sumatera tersebut.  Tim ini mengambil beberapa sampel organ gajah tersebut seperti otak, hati, paru-paru, isi lambung, usus dan jantung.    

"Saat ini dokter hewan dari BKSDA Bengkulu masih menyelidiki penyebab kematian gajah sumatera tersebut," ujarnya.

Baca juga, Gajah Rusah Kebun Sawit Warga Aceh Barat.

Identitas gajah yang mati itu jenis betina indukan dengan umur berkisar 20- 30 tahun.  Berdasarkan data yang diperoleh dari tempat ditemukan gajah itu, ada bekas pondok kebun milik warga yang sudah dirusak hampir rata dengan tanah.

Selain itu ada bekas racun rumput di lokasi penemuan bangkai gajah tersebut. Patut diduga pondok itu diperkirakan dirusak oleh gajah yang sedang mencari makan dan kemudian hewan besar itu menelan racun rumput. "Namun dokter masih menyelidiki penyebab pasti kematian gajah tersebut," kata Selamet.

Secara terpisah, kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) turun merusak perkebunan sawit masyarakat. Kawanan gajah ini masuk ke jalur lintasannya di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Adi Yunanda di Meulaboh, Sabtu (30/6), mengatakan, keberadaan satwa dilindungi tersebut sudah diketahui dua hari terakhir. Gajah tersebut masih dalam proses upaya mengusir atau menghalau bersama pihak terkait.

"Tim dari DLHK bersama pihak terakait sudah turun melakukan pengecekan, pertama untuk melihat kawasan yang didatangi gajah-gajah tersebut. Di Aceh Barat ada gajah jinak CRU, nanti akan mencari cara, bagaimana penanganan satwa itu," jelasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA