Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Polisi Pengaman Surat Suara Papua Ditemukan Tewas di Sungai

Senin 02 Jul 2018 14:37 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Senin (2/7).

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Senin (2/7).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Korban ditemukan jauh dari insiden penembakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Poisil Tito Karnavian mengatakan, tim Polri menemukan salah satu dari dua polisi yang hilang setelah insiden serangan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Torere, Kabupaten Puncak, Papua pada Rabu (27/6).

Polisi bernama Brigadir Sinton Kabarek yang merupakan anggota Sat Sabhara Polres Puncak Jaya tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. "Ditemukan di Sungai Mamberamo, cukup jauh dari lokasi penembakan. Dalam keadaan meninggal dunia," kata Jenderal Tito di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/7).

Sementara seorang polisi yang masih belum ditemukan adalah Ipda Jesayas H. Nusi.
Jenderal Tito menjelaskan Sinton dan Jesayas menceburkan diri ke Sungai Mamberamo saat diserang kelompok Melodi Enumbi dan Terinus Enumbi.

Ketika itu keduanya sedang mengantarkan logistik Pilkada Serentak menuju Torere, Papua bersama seorang pendeta dan Kepala Distrik Torere, Obaja Froaro menggunakan dua kapal cepat. Dalam insiden tersebut, Froaro ditemukan tewas tertembak. Sementara pendeta dan dua polisi hilang.

Dengan ditemukannya jenazah Brigadir Sinton, maka polisi masih mencari keberadaan Ipda Jesayas dan seorang pendeta yang hingga kini belum ditemukan.

Baca juga, Pasukan Pengaman Kotak Suara Pilkada Ditembaki, Tiga Tewas. 

Sebelumnya, insiden penembakan juga terjadi jelang pilkada di Papua. Pesawat Dimonim ditembaki saat hendak mendarat di Nduga, Papua, Jumat (22/6). Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi melalui keterangan tertulisnya menyampaikan,  pada pukul 13.05 WIT di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, telah terjadi penembakan terhadap pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU yang dilakukan oleh KKSB pada saat tepat mendarat di ujung landasan Bandara Keyam. Pesawat tersebut berangkat dari Timika menuju Kenyam.

"Akibat dari penembakan tersebut, pesawat mengalami kebocoran pada bagian depan, tujuh bagian kabel pesawat putus, buku manifes rusak, dan pergelangan kaki kanan kopilot terkena serpihan peluru," ujar Aidi dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (23/6).

Aidi melanjutkan, dari keterangan yang berhasil dihimpun, tepat di ujung landasan bandara pesawat ditembak oleh KKSB yang mengenai bagian depan pesawat tembus ke dalam pesawat yang mengakibatkan kopilot kena serpihan peluru. Insiden ini juga menewaskan tiga warga yang tinggal di sekitar bandara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA