Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Begini Kondisi Jenazah Bripka Sintong Saat Ditemukan

Selasa 03 Jul 2018 15:09 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Muhammad Hafil

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian memberikan pengarahan personel TNI Polri di Mimika Papua.

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian memberikan pengarahan personel TNI Polri di Mimika Papua.

Foto: dok. Divisi Humas Polri
Polri menaikkan pangkat luar biasa kepada mendiang Bripka Sintong.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Polisi telah menemukan jenazah Bripka (anumerta) Sintong Kbarek yang tewas dalam penembakan speedboat yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Distrik Torere, Papua. Ia ditembak saat mengantar logistik untuk pilkada serentak 2018.

Dari hasil autopsi jenazah Sintong, Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, Bripka (anumerta) Sintong Kbarek diketahui tewas karena kehabisan nafas saat menceburkan diri ke sungai untuk menyelamatkan diri saat dilakukan penyerangan.

"Banyak ditemukan lumpur di saluran pernafasan. Sehingga meninggalnya karena buntunya saluran pernafasan," jelas Jenderal Tito di Gedung Rupatama Mabes Polri, Selasa (3/7).

Baca juga: Jenazah Anggota Polri yang Tewas Ditembak KKSB Dievakuasi

Ia juga mengungkapkan, di jenazah Bripka Sintong ditemukan sebuah luka tembak. Namun luka tersebut berada di bagian kaki. Selain itu, Tito menuturkan polisi saat ini masih melakukan penyisirian di Sungai Mamberamo, untuk mencari keberadaan seorang pendeta yang turut hilang dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (27/6) lalu itu.

"Upaya pencarian masih kita lakukan," kata Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu.

Sebelumnya diberitakan, seorang personel kepolisian sempat hilang dalam penyerangan saat ia mengamankan logistik di Torere, Puncak Jaya, Papua pada Rabu (27/6) lalu, jasadnya telah ditemukan. Personel bernama Bripka Sintong ditemukan dalam keadaan tewas.

Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa pada personel yang tewas saat bertugas mengamankan pilkada tersebut. Di samping itu, ia meminta Polda untuk memerhatikan nasib keluarga personel. Ia menyayangkan kejadian tersebut terjadi berdekatan dengan hari jadi Bhayangkara ke-72.

Baca juga: Dua Anggota Polri yang Diserang KKSB Papua Masih Hilang

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA