Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Pencuri Laptop Staf Kepresidenan Tewas Ditembak

Ahad 08 Jul 2018 17:54 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Budi Raharjo

Ilustrasi Perampokan

Ilustrasi Perampokan

Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Staf KSP menjadi korban pencurian modus kempis ban di kawasan Tamansari, Jakbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pencuri laptop MacBook milik pegawai Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dua orang tewas ditembak polisi karena melawan.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi menangkap lima komplotan pencuri modus ban kempis tersebut. Satu pelaku bernama Ramalia alias Ramli yang merupakan kapten komplotan tewas didor. "Saat dilakukan pengembangan guna mencari barang bukti, Ramli mencoba melawan dengan cara merebut senjata salah satu petugas," ujar Nico melalui keterangan tertulisnya, Ahad (8/7).

Petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur dengan melepas tembakan ke arah pelaku. Sehingga salah satu tersangka meninggal dunia. Tiga pelaku lainnya juga sempat berusaha kabur saat dilakukan pengembangan. Petugas kemudian melumpuhkan mereka dengan menembak bagian kakinya.

Adapun identitas kelima tersangka yang ditangkap yakni Ramalia alias Ramli (kapten), Suhemi alias Toing, Komar alias Abdul, Dany, dan Ahmad Mahmudi. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga ke penadah barang curian tersebut. Polisi menangkap seorang penadah bernama Ade Junaidi.

Namun MacBook hasil curian telah berpindah tangan. Berdasarkan pengakuan Ade, lanjut Nico, pelaku mengaku laptop itu telah dijual ke Heru Astanto senilai Rp 4 juta. Polisi kemudian menangkap Heru yang mengaku telah menerima laptop dari Ade. Namun menurut pengakuannya, laptop tersebut telah dijual ke seorang warga Bekasi, Jawa Barat berinisial T.

Heru kemudian dibawa polisi untuk menunjukkan tempat T. Menurut Nico, ketika tim melakukan pengembangan menuju kediaman T, tiba-tiba Heru mencoba melarikan diri dan menyerang petugas. Petugas pun melepas tembakan ke arah Heru.

Petugas sempat membawa penadah tersebut ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong. "Sesampainya di rumah sakit Heru Astanto dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.

Staf KSP bernama Armedya Dewangga menjadi korban pencurian modus kempis ban di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Pelaku berhasil membawa tas yang berisi di antaranya laptop dan sejumlah memori penyimpanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA