Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Staf KSP Alami Pencurian, Moeldoko Minta Staf Lebih Waspada

Ahad 08 Jul 2018 18:19 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Perampokan

Ilustrasi Perampokan

Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Peristiwa ini diharapkan jadi pelajaran agar lebih berhati-hati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn TNI Moeldoko memastikan dokumen Kantor Staf Kepresidenan (KSP) masih aman pascapencurian yang dialami seorang stafnya. Ia pun meminta stafnya lebih berhati-hati dan waspada setelah adanya kejadian tersebut.

"Saya pikir ini sebuah modus baru, yang kadang di luar, kadang kita terkecoh, secara refleks ini perlu menjadi bahan pelajaran masyarakat yang lain kalau ada kejadian seperti itu waspada, saya menekankan kepada anak anak kita anak KSP supaya lebih lagi mewaspadai situasi yang seperti itu," kata Moeldoko di Jakarta Pusat, Ahad (8/7).

Staf KSP bernama Armedya Dewangga menjadi korban pencurian modus kempis ban di kawasan Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (6/7). Pelaku berhasil membawa tas yang berisi di antaranya laptop dan sejumlah memori penyimpanan.

Tim Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pencuri laptop MacBook milik pegawai Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dua orang tewas ditembak polisi karena melawan.

Baca juga, Pencuri Laptop Staf Kepresidenan Tewas Ditembak

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi menangkap lima komplotan pencuri modus ban kempis tersebut. Satu pelaku bernama Ramalia alias Ramli yang merupakan kapten komplotan tewas. "Saat dilakukan pengembangan guna mencari barang bukti, Ramli mencoba melawan dengan cara merebut senjata salah satu petugas," ujar Nico melalui keterangan tertulisnya, Ahad (8/7).

Adapun identitas kelima tersangka yang ditangkap yakni Ramalia alias Ramli (kapten), Suhemi alias Toing, Komar alias Abdul, Dany, dan Ahmad Mahmudi. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menuturkan, kepolisian akan menindak tegas tegas pelaku kejahatan jalanan. Jika mengancam petugas dan masyarkat, maka tindakan tegas walaupun akibatnya mematikan akan dilakukan.

"Kapolri sudah perintahkan polda polres polsek berantas habis kejahatan jalanan, polri akan masif lindungi seluruh masyarakat. Wilayah yang tidak mampu ungkap banyak kejahatan, akan dievaluasi kapolri, mungkin pejabat terkait akan diganti karena tidak mampu," kata Iqbal saat dikonfirmasi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA