Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Jaga Laut Indonesia, Susi Resmikan Pandu Laut Nusantara

Ahad 15 Jul 2018 12:50 WIB

Rep: Sylvi Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara, Ahad (15/7). Hal tersebut dilakukan guna menjaga kelestarian laut Indonesia dengan mengumpulkan seluruh komunitas pecinta laut yang ada di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara, Ahad (15/7). Hal tersebut dilakukan guna menjaga kelestarian laut Indonesia dengan mengumpulkan seluruh komunitas pecinta laut yang ada di Indonesia.

Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Pandu Laut Nusantara dijadikan seperti pramuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara, Ahad (15/7). Hal tersebut dilakukan guna menjaga kelestarian laut Indonesia dengan mengumpulkan seluruh komunitas pecinta laut yang ada di Indonesia.

"Kita jadikan (Pandu Laut Nusantara) satu wadah membuat seperti pramuka, namun ini Pandu Laut. Nanti gerakannya adalah untuk menuju laut Indonesia yang lebih sehat dan lestari. Sehat berarti banyak ikannya," kata Susi dalam kampanye "Gerakan untuk Laut Indonesia yang Sehat" yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Ahad (15/7).

Ia menyebutkan, saat ini ancaman terhadap laut Indonesia sangat tinggi. Terlebih, 71 persen wilayah Indonesia merupakan lautan. Oleh karena itu, untuk dapat terus dinikmati oleh generasi penerus bangsa, lautan Indonesia harus terus dijaga.

"Betapa indahnya laut Indonesia. Tapi ancaman-ancaman laut juga sangat tinggi. Dari illegal fishing yang hampir kita selesaikan. Kita ledakkan kapal-kapal yang mencuri ikan kita, 363 yang sudah dtenggelamkan," tambahnya.

Menurutnya, sampah plastik juga menjadi penyumbang terbesar tercemarnya laut Indonesia. Bahkan, Indonesia juga menjadi eksportir terbesar sirip ikan hiu di dunia, di mana hal tersebut dapat mengancam keberadaan ikan hiu.

"Indonesia jadi eksportir sirip ikan hiu terbesar di dunia. Label ini bikin kita malu karena banyak dicibir dunia. Bom-bom ikan dimana-mana, dinamit dipakai untuk mengambil ikan hias dari jenis tertentu," tambahnya.

Dengan diresmikan organisasi ini, nantinya seluruh anggota yang tergabung akan membersihkan laut mulai dari Sabang sampai Merauke. Hal tersebut, lanjutnya, sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa Indonesia.

"Pak Presiden mengatakan laut harus menjadi masa depan bangsa kita. Jadi harus kita jaga. Kalau tidak masa depan kita bagaimana. Hutan kita sudah habis, sawah juga makin kurang, juga laut kita, dan itu untuk masa depan anak cucu kita," ujarnya.

"Intinya Ini tugas utama yang ingin kita lakukan, yaitu mencintai, menjaga dan merawat laut. Ini adalah tugas bangsa kita semua," tambahnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga laut. Sebab, tugas tersebut tidak hanya tugas pemerintah atau pun pecinta laut saja, namun seluruh elemen masyarakat.

"Ini kepedulian masyarakat, bukan hanya pemerintah, polisi, dan angkatan laut yang  menjaga. Tapi semua masyarakar juga sadar, dan kita harus mencintai, menjaga dan merawat laut," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengungkapkan, sangat diperlukan upaya untum menkaga laut agar tetap terjaga. Hal tersebut bisa dimulai dari diri sendiri, seperti mengurangi penggunaan sampah plastik.

Ia juga menyebutkan, pada 29 hingga 30 Oktober nanti, akan diadakan perhelatan akbar terkait cinta laut, yaitu Our Ocean Conference (OOC). Indonesia sendiri menjadi tuan rumah dalam acara itu.

"Our Ocean Conference adalah konferensi untuk internasional yang digagas oleh para kepala Indonesia dan seluruh stakeholder yang tujuannya untuk berpikir bersama dan menjalankan ide  bagaimana kita merawat dan menjaga laut. Kita harapkan lebih dari 100 negara joint," katanya.

Aktivis Lingkungan Bustar Maitar yang juga inisiator Pandu Laut Nusantara mengatakan, siapa saja boleh bergabung dengan organisasi ini. Sebab, tujuannya untuk menjaga laut Indonesia sebagai warisan untuk generasi penerus bangsa.

"Pandu Laut ini organisasi yang diinisiasi oleh Ibu Susi dan terbuka buat siapa saja, mengajak siapa saja yang cinta laut Indonesia mau bergabung untuk menjaga laut. Dan tidak terikat dengan pemerintah dan organisasi lain. Siapa saja bisa ikut berdiri di depan menjaga laut Indonesia supaya lebih bersih," ujarnya.

Menurutnya, masih banyak laut Indonesia yang masih terjaga kelestariannya. Namun, ada pula yang sudah tercemar. Ia mencontohkan, salah satunya Laut Jakarta yang beberapa bahkan warna airnya coklat. Bahkan, sampah plastik yang mencemari laut Indonesia, mengancam biota laut.

"Sebenarnya yang terjadi di laut itu sudah berpuluh-puluh tahun, ada sampah di laut Indonesia. Bahkan pencuri ikan kita walaupun sudah ditenggelamkan, masih banyak yang juga menunggu di pinggiran perairan kita," kata Bustar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA