Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

KPU Optimistis MA Gugurkan Gugatan Terkait PKPU

Selasa 17 Jul 2018 14:30 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Muhammad Hafil

Penerimaan Rekapitulasi Pilkada Serentak. Ketua KPU Arief Budiman memberikan paparan terkait Pilkada Serentak di KPU Pusat, Jakarta, Ahad (8/7).

Penerimaan Rekapitulasi Pilkada Serentak. Ketua KPU Arief Budiman memberikan paparan terkait Pilkada Serentak di KPU Pusat, Jakarta, Ahad (8/7).

Foto: Republika/ Wihdan
KPU optimistis karena PKPU sesuai dengan perundang-undangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih optimis Mahkamah Agung (MA) akan menggugurkan gugatan terkait peraturan KPU (PKPU) yang ajukan sejumlah masyarakat. Gugatan ini mengenai peraturan mantan korupator yang tidak boleh mengajukan diri sebagai bakal calon anggota legislatif.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan keoptimisan ini dikarenakan KPU sudah melakukan pekerjaan yang sesuai dengan menerbitkan PKPU tersebut, karena sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

"Adalah hal baik untuk kita menyuguhkan calon politik yang baik kepada masyarakat," kata Arief di kantornya, Selasa (17/7).

Menurut Arief, KPU pun mempertimbangkan untuk mengumumkan bakal calon yang mengajukan diri dan memiliki latar belakang koruptor. "Ya nanti kita pertimbangkan untuk diumumkan," ujarnya.

Hingga siang ini baru ada dua partai yang mendaftarkan bakal calon legislatif. Dua partai ini adalah Nasdem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI resmi mendaftarkan caleg DPR ke KPU, Selasa (17/7) pagi. PSI mengklaim seluruh caleg yang diusungnya bebas dari narapidana kasus korupsi.

Pendaftaran caleg PSI disampaikan langsung oleh Ketua Umum, Grace Natalie, Ketua DPP Tsamara Amany dan Ketua Bappilu, Sumardy. PSI menyerahkan 575 nama caleg DPR dari 80 dapil seluruh Indonesia.

Ketua Umum, PSI, Grace Natalie, mengatakan dari semua caleg yang maju, 60 persennya berusia di bawah 45 tahun. Kemudian, 45 persen dari seluruh caleg yang ada merupakan perempuan.

"Jadi bisa dikatakan jika satu dari dua caleg PSI adalah perempuan. Kemudian ada 20 persen caleg perempuan yang mendapatkan nomor urut satu," ungkap saat konferensi pers di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA