Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Dua Warga Sumbawa Hilang Saat Melaut

Jumat 20 Jul 2018 08:29 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Esthi Maharani

Peringatan dini gelombang tinggi

Peringatan dini gelombang tinggi

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Tingginya gelombang dengan kencangnya angin menjadi kendala

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram melaporkan terjadinya kecelakaan pelayaran di Perairan Pantai Semara, Desa Suka Mulya, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (19/7). Ada dua Labangka, bernama Ainun (30) dan Kipil (45) hilang saat sedang melaut di perairan tersebut.

Humas Basarnas Mataram I Gusti Lanang Wiswananda mengatakan, informasi awal diterima dari Camat Labangka, Rahmat, pada Kamis (19/7) sekira pukul 15.30 Wita. Lanang menjelaskan, tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Sumbawa bergegas menuju lokasi kejadian pertama dengan membawa satu unit rescue car, satu unit rubber boat, dan peralatan SAR air. Lanang menyebutkan, jarak lokasi kejadian pertama dengan Pos Pencarian dan Pertolongan Sumbawa sekira 87,3 Km.

"Tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Sumbawa tiba di lokasi kejadian pertama sekira pukul 18.00 Wita, dan berkoordinasi dengan unsur SAR yang ada di sekitar lokasi kejadian pertama," ujar Lanang di Mataram, NTB, Jumat (20/7) pagi.

(Baca: BMKG: Waspada Potensi Tinggi Gelombang Laut Hingga 6 Meter)

Satu jam berselang, tim SAR gabungan yang terdiri atas tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Sumbawa, Kodim 1608 Sumbawa, Polsek Labangka, BPBD Sumbawa, dan masyarakat setempat mulai melakukan pencarian sepanjang Pantai Semara. Tingginya gelombang dengan kencangnya angin menjadi kendala dalam proses pencarian ini.

"Tidak memungkinkan mengerakkan rubber boat ke sekitar lokasi kejadian pertama karena tinggi gelombang mencapai 4 meter sampai 5 meter disertai angin 10-20 knots," lanjutnya.

Mengingat kondisi tak memungkinkan, upaya pencarian dihentikan sementara pada pukul 20.30 Wita. Tim SAR gabungan tetap bermalam di Pantai Semara. Lanang menambahkan, proses pencarian kembali dilakukan pada Jumat (20/7) pagi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA