Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Banjir Rob, Sejumlah Warga di Lombok Barat Dievakuasi

Rabu 25 Jul 2018 18:19 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Friska Yolanda

Banjir rob di Dusun Taman Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/7).

Banjir rob di Dusun Taman Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/7).

Foto: dok. Pemkab Lombok Barat
Ada 31 kepala keluarga terpaksa diungsikan karena rumah mereka terdampak banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Puluhan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) bersama Tim SAR, Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lobar melakukan evakuasi warga Dusun Taman Indok, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung yang terdampak banjir rob pada Rabu (25/7). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, warga baru menyadari air mulai naik ke pemukiman sekitar pukul 04.00 Wita. "Saat itu air sudah setinggi pinggang orang dewasa," ujar Rum saat meninjau lokasi di Lombok Barat, NTB, Rabu (25/7).

Rum menyebutkan, dampak banjir mengakibatkan satu unit rumah rusak serta 224 warga dari 31 kepala keluarga di pesisir Desa Taman Ayu terpaksa diungsikan ke SDN 4 Taman Ayu. Karena, rumah mereka terkena dampak banjir rob kali ini.

Rum melanjutkan, melalui BPBD Lobar, Pemkab Lobar sementara ini telah menyalurkan bantuan logistik untuk para pengungsi. "Rencananya para pengungsi akan dibangunkan dapur umum dan tenda darurat oleh BPBD dan Dinsos Lobar. Namun, karena warga bisa mengungsi ke SDN 4 Taman Ayu maka rencana tersebut akan ditinjau ulang," ucapnya. 

Baca juga, Gelombang Tinggi Hantam Pantai Sumbar Hingga NTB

Ia melanjutkan, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB sebelumnya sudah mengingatkan warga pesisir mewaspadai cuaca buruk yang diprediksi akan melanda wilayah selatan NTB sejak Selasa (24/7) kemarin sampai Kamis (26/7) besok. Tinggi gelombang diprediksi akan setinggi enam meter. 

"Ini sangat berbahaya sekali, jadi saya mengimbau kepada para nelayan untuk sementara ini tidak melaut dulu," kata dia.

Rum menambahkan, setiap tahunnya, wilayah pesisir bagian selatan NTB, khususnya di wilayah Lobar ini sudah menjadi langganan banjir rob bila cuaca mulai ekstrim. Kata Rum, wilayah ini memang sudah tidak layak lagi untuk permukiman.

"Nanti kita lihat solusinya seperti apa. Kalau kita relokasi tentunya ini adalah kebijakan tingkat atas yang nantinya akan melibatkan pimpinan dari provinsi maupun Pemerintah Lobar sendiri," katanya menambahkan. 

Baca juga, Gelombang Pasang di Pesisir Cilacap Rusak Sejumlah Bangunan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA