Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

TGB Mengaku Belum Terima Tawaran dari Partai Lain

Jumat 27 Jul 2018 12:03 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Andri Saubani

Tokoh Nasional yang juga Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampikan paparannya saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, Selasa (17/7).

Tokoh Nasional yang juga Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampikan paparannya saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, Selasa (17/7).

Foto: Republika/Prayogi
TGB sebelumnya telah resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Keputusan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan dua periode dan juga mundur dari Partai Demokrat cukup mengejutkan. Kabar tentang pindah ke sejumlah partai sempat merebak, termasuk ke Partai Nasdem.

"(Nasdem) enggak ada, belum ada tawaran apa-apa," kata TGB usai penyambutan peserta Konferensi Ulama Internasional di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Kamis (26/7) malam.

TGB juga mengaku belum ada komunikasi langsung tentang kemungkinan dirinya akan menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi saat Pilpres 2019. Namun yang pasti, TGB tetap berkomitmen mendukung Jokowi melanjutkan kepemimpinannya kembali.

"Yang saya sampaikan itu tentu ada tindak lanjutnya, kan komitmen saya seperti itu," lanjutnya.

Ketua Organisasi Internasional Al Azhar Cabang Indonesia ini menilai, Jokowi memerlukan waktu untuk melanjutkan dan menuntaskan semua pembangunan. "Komitmen itu apa-apa yang diperlukan untuk bekerja, berusaha, dan berikhtiar dalam konteks politik itu tentu kita harus siap," lanjutnya.

Pengalamannya yang menjabat sebagai Gubernur NTB membuat dia yakin bahwa Jokowi perlu diberi kesempatan kembali melanjutkan kepemimpinannya. Menurut dia, tak hanya presiden, seorang kepala daerah pun tidak cukup hanya satu periode dalam menuntaskan programnya.

"Analoginya kepada saya pribadi dalam konteks saya di NTB memang tak cukup jika hanya lima tahun, apalagi dalam konteks Indonesia, jadi memang perlu waktu yang cukup dan kita saksikan sekarang sedang bergerak pembangunan yang masif itu, semua perlu dituntaskan untuk kemaslahatan," kata dia 

TGB memandang, tradisi estafet kepemimpinan di Indonesia belumlah kuat. Sehingga, pergantian kepemimpinan cenderung akan meninggalkan apa yang sedang dibangun.

"Kalau tradisi estafet kepemimpinan ini sudah kuat agak kuat mungkin beda. Kalau sekarang, cenderung tinggalkan apa yang dibangun sebelumnya, enggak baik karena sekarang pembangunan sedang cepat sekali," ucap TGB.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, TGB akan masuk dalam tim sukses pemenangan Jokowi. PDIP juga membuka kesempatan bagi TGB itu jika ingin bergabung menjadi kader PDIP.

"Tentu saja (masuk dalam timses), sebab beliau kan sudah memberikan dukungan kepada Pak Jokowi. Mereka yang telah satu napas memberikan dukungan, tentunya akan kita ajak bersama-sama dalam memimpin tim kampanye. Sebab, diperlukan juga tanggung jawab di daerah untuk memenangkan Pak Jokowi," ujar Hasto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/7).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA