Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

PKS, Demokrat, dan Alotnya Prabowo Memilih Cawapres

Kamis 02 Agu 2018 08:32 WIB

Red: Elba Damhuri

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bergandengan tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri (kanan) seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin (30/7).

Foto:
PDIP belum berencana mengajak PKS berkoalisi dukung Jokowi.


PDIP belum berencana ajak PKS koalisi

Opsi abstain yang dibuka PKS segera direspons motor utama koalisi pendukung bacapres pejawat Joko Widodo, yakni PDIP. Namun, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku belum berencana mengajak PKS bergabung dalam koalisi.

Hasto menyebut setiap partai memiliki strategi masing-masing. "Ada yang pakai strategi abstain, tapi saya pikir itu hanya bagian dari strategi sendiri," ujar Hasto saat ditemui di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, setiap partai akan mempunyai sikap untuk mendukung bacapres maupun bacawapres. "Sekali lagi kami tidak mencampuri rumah tangga parpol lain," ujar Hasto.

Sehari sebelumnya, Hasto bersama delapan sekjen parpol koalisi pendukung Jokowi mengadakan pertemuan di salah satu restoran di Kota Bogor, Jawa Barat. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengakui, Jokowi memberikan arahan khusus kepada mereka.

"Terkait dengan keinginan beliau (Jokowi—Red), agar pesta demokrasi dalam bentuk pileg dan pilpres tersebut tidak selalu diwarnai dengan ketegangan, permusuhan," ujar Arsul saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu.

Anggota Komisi III DPR itu menjelaskan, garis besar pembahasan dalam pertemuan sekjen partai koalisi pendukung Jokowi semalam ada dua hal. Kedua hal itu adalah capaian pemerintahan Jokowi-JK dan persiapan parpol koalisi menghadapi pilpres mendatang.


Pertama, para sekjen saling menyamakan persepsi, pengetahuan, dan pemahaman terkait capaian Pemerintahan Jokowi JK. "Sehingga ketika yang di luar pemerintahan menyoroti atau mengkritisi maka parpol punya bahan untuk ikut merespons, seperti ketika SBY dan Prabowo bicara soal kemiskinan," ujarnya.

Sementara, untuk poin kedua, parpol koalisi merencanakan aksi kegiatan untuk memenangkan Jokowi. Lebih lanjut, Arsul menuturkan, Jokowi sudah mempunyai tim khusus yang merancang visi-misi Jokowi pada periode kedua kepemimpinan. Meski begitu, sebelum visi dan misi itu resmi digunakan, akan disampaikan kepada parpol koalisi.

Baca Juga: Fadli: Cawapres Prabowo Mengerucut pada Tiga Nama

Pertemuan, lanjut Arsul, belum menentukan tim sukses maupun tim pemenangan untuk Jokowi. Sebab, tim tersebut nantinya akan dipilih oleh Jokowi dan bacawapres yang dipilihnya bersama para ketua umum koalisi pendukung Jokowi.

(umar mukhtar ed: muhammad iqbal)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA