Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Sekjen Parpol Koalisi Jokowi akan Bahas Nawacita Jilid II

Senin 06 Agu 2018 18:14 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily.

Foto: Humas DPR RI
Sekjen parpol pendukung Jokowi akan menggelar pertemuan pada Senin (6/8) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, pertemuan para sekretaris jenderal partai politik pengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden pada Senin (6/8) malam. Salah satu pembahasannya adalah merumuskan kembali Nawacita Jilid II yang menjadi platform perjuangan kepemimpinan lima tahun ke depan.

"Pertemuan nanti malam para sekjen itu sebetulnya adalah kelanjutan dari pertemuan dua malam yang lalu. Untuk lebih memperdalam terkait dengan berbagai macam pembahasan-pembahasan, salah satunya merumuskan kembali Nawacita Jilid 2," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Ace mengatakan Nawacita Jilid II itu merupakan platform perjuangan bagi kepemimpinan Jokowi pada periode yang kedua, berisi capaian-capaian target dari infrastruktur dan berbagai macam masukan yang dimiliki masing-masing partai politik. Menurutnya, Nawacita Jilid II itu termasuk masukan dari Golkar terkait konsep Indonesia Making 4.0 dan visi negara kesejahteraan 2045.

"Itu juga yang harus menjadi bagian yang dirumuskan dalam konsep Nawacita Jilid II. Hal-hal tersebut akan menjadi bahan pembahasan di dalam rapat para sekjen di rapat nanti malam," ujarnya pula.

Ace menjelaskan Nawacita Jilid II sebenarnya mempertajam konsep lima tahun Pemerintahan Jokowi ke depan, sehingga masing-masing parpol dan Jokowi mencanangkan berbagai hal di dalamnya. Dia mencontohkan dalam upaya pengentasan kemiskinan, lima tahun ke depan tidak cukup hanya sekadar dengan pembangunan infrastruktur, tapi dengan mengurangi ketimpangan ekonomi dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sebuah instrumen dengan konsep Indonesia 4.0.

"Tentu setiap perkembangan zaman itu mengalami berbagai perubahan dan dinamikanya. Kondisi global, kondisi internal serta capaian dari pembangunan itu mengharuskan kita semua untuk merumuskan kembali tentang apa capaian Nawacita Kedua tersebut," katanya.

Dia menjelaskan hal lain yang dibahas dalam pertemuan para sekjen itu terkait struktur tim kampanye nasional yang sebelumnya sempat dibahas, misalnya ada pelindung, penanggungjawab, tim pelaksana kampanye, dan tim teknis kampanye.

Menurut dia, nama-nama yang diusulkan dan sudah fix pasti akan dibicarakan oleh para ketua umum partai politik dan diserahkan kepada Jokowi untuk membahasnya. "Namun Partai Golkar sendiri menginginkan pembahasan terkait nama-nama tersebut itu dibicarakan pasca-pendaftaran capres-cawapres," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA