Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Sekjen PKB: Duet dengan NU Beda dari Sebelumnya

Ahad 12 Aug 2018 18:58 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
PKB menyiapkan sejumlah rencana strategis atas pencalonan KH Maruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan duet capres Joko Widodo (Jokowi) dengan tokoh Nahdatul Ulama (NU) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan berbeda dari duet NU sebelumnya. PKB menyiapkan sejumlah rencana strategis atas pencalonan KH Maruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan PKB mendorong KH Ma’ruf spesifik pada beberapa isu utama. “Kami mendorong KH Ma’ruf fokus pada isu mendorong, mempersatukan seluruh umat dan bangsa,” kata Abdul Kadir kepada Republika, Ahad (12/8).

Pertama, mempertajam revolusi mental mengingat latar belakang Ma’ruf seorang kiai. “Makanya kita akan mendorong program atau kebijakan yang terkait dengan bagaimana karakter, akhlak, dan budi pekerti masyarakat,” ujar dia.

Kemudian, PKB juga mendorong masyarakat memahami ajaran agama yang moderat. Karena itu, PKB mengusulkan kebijakan fokus pada peningkatan anggaran secara signifikan pada sekolah dan lembaga keagamaan, tidak hanya Islam.

Selain itu, strategi yang akan dilakukan, yakni upaya mengisi cita-cita dari daerah yang menjadi basis NU dan PKB. Ia menyebutkan saat ini, tim masih menggarap daerah-daerah yang menjadi basis seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Selatan, Lampung. 

Abdul Kadir menjelaskan selama ini PKB dan NU banyak memiliki cita-cita. Kendati demikian, ada beberapa hal urgensi yang harus segera diwujudkan, seperti regulasi pendidikan keagamaan dan peningkatan anggaran perbaikan sarana prasarana lembaga keagaamaan. 

Secara nasional, Abdul Kadir mengatakan, PKB akan menggerahkan 21 ribu calon legislatif (caleg) untuk bersinergi mendorong pemenangan dalam Pilpres 2019. 

Pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendaftar ke KPU pada Jumat (10/8) pagi. Pendaftaran Jokowi-Ma'ruf juga telah dinyatakan lengkap dan diterima oleh KPU sehingga keduanya melakukan pemeriksaan kesehatan hari ini.

Ma'ruf Amin bukan tokoh NU pertama yang diusung sebagai cawapres. Pada Pemilu Presiden 2004, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menggandeng Hasyim Muzadi dan Wiranto berpasangan dengan Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA