Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Bahasa Sunda Tetap Jadi Bahasa Pergaulan

Jumat 17 Aug 2018 19:15 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra

Buku bahasa Sunda

Buku bahasa Sunda

Foto: Indonesiarayanews
Pelajar Sukabumi masih bangga menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Keberadaan bahasa-daerah">bahasa daerah tetap menjadi bahasa dalam pergaulan sehari-hari warga di Kabupaten/Kota Sukabumi, Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan bangganya generasi muda dan pelajar menggunakan bahasa daerah yakni Sunda dalam pergaulan sehari-hari.

Bagi para pelajar misalnya bahasa Sunda tidak hanya digunakan ketika bermain dengan temannya di rumah melainkan di sekolah. ‘’ Kalau sehari-hari tetap menggunakan bahasa Sunda,’’ ujar pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sukabumi, Ibnu Fathurahman (17 tahun) kepada Republika, Jumat (17/8).

Penggunaan bahasa daerah tersebut sudah dilakukan sejak kecil dan dibiasakan oleh keluarganya di rumah. Sehingga ketika menginjak bangku SMA ia masih terbiasa menggunakan bahasa Sunda baik di rumah maupun lingkungan sekolah.

Namun lanjut Ibnu ketika ia bertemu dengan orang di luar Jawa Barat maka ia akan menggunakan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia ini agar komunikasi antara dia dengan orang luar tersebut berjalan lancar.

Ibnu menerangkan, bahasa daerah tetap harus dipertahankan. Namun di sisi lain penggunaan bahasa Indonesia juga diperlukan ketika bertemu orang lain yang bukan dari Jawa Barat.

Pelajar lainnya Siska Sintiawati (14) pelajar SMP Negeri 1 Sukabumi mengatakan, ia juga sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah yakni Sunda dalam kehidupan sehari-hari. ‘’ Tidak ada masalah menggunakan bahasa Sunda karena semua teman dan guru memahaminya,’’ cetus dia.

Siska menerangkan, sudah terbiasa memakai bahasa daerah di lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya di Selabintana Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.  Namun ketika bertemu dengan orang lain yang tidak bisa berbahasa Sunda maka ia pun menggunakan bahasa Indonesia.

Intinya lanjut Siska dalam kesehariannya menggunakan dua bahasa yakni Indonesia dan bahasa Sunda. Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak kecil dan tidak menjadi hambatan dalam bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sukabumi berupaya membangkitkan kembali penggunaan bahasa Sunda di masyarakat. Caranya dengan menggelar lomba pidato dengan menggunakan bahasa Sunda beberapa waktu lalu

Kegiatan tersebut digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Sukabumi. ‘’ Kami menggelar lomba pidato bahasa Sunda karena bahasa ini tidak bisa dilupakan sebagai bahasa ibu,’’ terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daaerah Kota Sukabumi Nike Siti Rahayu.

Menurut dia, bahasa Sunda harus dilestarikan karena anak-anak sekatang sudah berbahasa Indonesia baik di lingkungan keluarga maupun di tempat lain. Oleh karena itu pemkot berupaya membangkitkan kembali bahasa ibu di Jawa Barat yakni bahasa sunda melalui perlombaan pidato.

Hasilnya kata Nike, banyak pelajar khususnya tingkat SMP/MTs yang ikut lomba pidato bahasa Sunda. Ia berharap lomba pidato ini menjadi pemacu semangat bagi pelajar untuk menggunakan kembali bahasa Sunda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA