Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang Menurun

Ahad 19 Aug 2018 17:42 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Hafil

Suasana penjualan hewan kurban (ilustrasi).

Suasana penjualan hewan kurban (ilustrasi).

Foto: Republika/Sri Handayani
Ratusan kambing di Malang terdapat dua jenis, etawa dan Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Penjualan hewan kurban di Kota Malang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hal ini diungkapkan pedagang hewan kurban, Taufik Bhirawa di Kota Malang, Ahad (19/8).

"Sebenarnya masih tetap ada pembeliannya karena niatnya ibadah, walau ekonomi lagi sulit. Tapi kalau diukur dibandingkan tahun lalu, ya ada penurunan, tapi tidak sampai 10 persen," kata Taufik saat ditemui Republika.co.id, di Bursa Hewan Kurban Jalan Danau Jonge Velodrom, Sawojajar, Kota Malang, Ahad (19/8).

Menurut Taufik, penurunan ini dikarenakan masalah pelanggan dan pembeli baru saja. Beberapa di antaranya ada yang tetap membeli di bursa miliknya lalu lainnya tidak. Namun secara umum, Taufik menegaskan, penjualan hewan kurban masih tetap berjalan baik.

Saat ini, Taufik telah menyediakan 150 ekor kambing. Ratusan kambing ini terdiri dari dua jenis, yakni peranakan etawa dan Jawa. Keduanya berbeda di bagian telinganya dan ukuran atau bobot kambing.

"Yang peranakan etawa lebih panjang telinganya dan badannya juga cenderung besar," jelas pria asal Bojonegoro ini.

Adapun harga yang ditawarkan, Taufik mengaku tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Dia membanderol hewan kurbannya dari Rp 1.750 juta sampai Rp 5 juta per ekor. Besaran harga bergantung pada ukuran kambing yang dipilih pembeli.

Selain menjual secara tradisional, Taufik mengatakan, telah lama memanfaatkan sistem jual-beli dalam jaringan (daring). Dia telah memanfaatkan aplikasi media sosial WhatsApp selama beberapa waktu terakhir. Menurut dia, media sosial berhasil membawa keberuntungan sekitar 20 persen.

"Jualan melalui ini yang paling itu trust karena kan belinya online. Dan kita harus berikan kepercayaan kepada pembeli," tegas pria yang baru memulai aktivitas penjualan kurbannya sejak 16 Agustus 2018 ini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA