Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Miras Oplosan Maut Diduga Mengandung Spirtus

Senin 20 Agu 2018 14:05 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah

Miras oplosan

Miras oplosan

Foto: ANTARA
Setidaknya tiga orang tewas akibat miras oplosan di Gresik.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya terus melakukan upaya penanganan terhadap puluhan pasien yang diduga keracunan minuman keras oplosan.

Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo, Hendrian mengungkapkan, hingga saat ini pihak rumah sakit sudah menerima 33 pasien yang keracunan setelah menenggak miras oplosan.

Menurut Hendrian, ada kandungan metanol di dalam tubuh para pasien yang  memperkuat jika para pasien mengalami keracunan akibat miras oplosan. Jika diurai secara rinci, kata dia, campuran miras oplosan ini memiliki kandungan vodka, spirte, etanol, dan metanol. "Etanol ini alkohol. Karena memang etanol harganya mahal, kami menduga mereka menggantinya dengan spirtus yang harganya murah," ujar Hendrian di Surabaya, Senin (20/8).

Baca juga, Pesta Miras Oplosan di Gresik Tewaskan Tiga Orang.

Hendrian menjelaskan, kondisi awal pasien yang masuk rumah sakit mengalami mabuk, muntah, mual, dan pusing. Itu tak lain karena kandungan yang ada ada dalam miras oplosan ini telah masuk melalui aliran darah pasien, yang selanjutnya diserap tubuh.

"Lalu nantinya bisa menyerang ke ginjal dan otak. Itu yang bisa merusak organ dan membuat kematian. Kalau berlebihan minumnya bisa meninggal dunia," kata Hendrian.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Ahad (19/8) tiga pemuda asal Desa Hulaan, Gresik meregang nyawa diduga usai perta minuman keras (miras) oplosan pada Kamis (16/8) petang hingga Jumat (17/8) pagi. Korban tewas adalah Riko Yakub (23), Andik Kristanto, dan M Fendi Pradana (19).

Selain korban meninggal, ada sekitar 33 korban lainnya yang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Mereka dilakukan medical check up untuk menghindari bertambahnya korban.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menerangkan, kasus miras oplosan semula terjadi pada Kamis (16/8). Sekitar 15 pemuda dilaporkan telah menyiapkan minuman berupa arak jukrik dan vodca pada Kamis malam. Pemuda yang menyiapkan racikan minuman tersebut, yakni M. Fendi Pradana (19).

"Pada Jumat pukul 00.00 WIB, Fendi dan enam orang pindah ke depan rumah saudara S. Namun pada pukul 04.00 WIB (pada saat shalat subuh), penghuni rumah S keluar rumah dan mengusir gerombolan pemuda tersebut," ujar Wahyu melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (19/8).

Baca juga, Ini Data 34 Korban Tewas Akibat Miras Oplosan.

Selanjutnya, pesta miras berlanjut hingga pukul 09.00 WIB pada Jumat (17/8) di Telaga, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Setelah berpindah ke tempat lain, pesta miras akhirnya dihentikan sekitar waktu salat Jumat.

Dampak miras baru terasa pada Sabtu (18/8), terutama dialami oleh tiga pemuda, Riko Yakub (23), Andik kristanto danM. Fendi Pradana (19). Ketiganya mengeluhkan sakit perut pada Sabtu malam (18/8) lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya ketiga pemuda ini dilaporkan meninggal dunia pada Ahad (19/8).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA