Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Gerindra dan PKS akan Bermusyawarah Isi Posisi Wagub DKI

Senin 20 Aug 2018 17:23 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

Foto: dok. Istimewa
Pengisian posisi tersebut masih harus dimusyawarahkan antara Gerindra dan PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Julianto mengatakan, proses pengisian posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno saat ini belum selesai. Pengisian posisi tersebut masih harus dimusyawarahkan antara Gerindra dan PKS.

"Soal wagub DKI itu belum, karena prosesnya masih butuh waktu lagi. Nanti ada musyawarqh dari Gerindra dan PKS. Tapi mungkin bulan depan lah, prioritas kita sekarang lagi menyelesaikan tim pemenangan (Prabowo-Sandiaga)," katanya usai diskusi publik CSIS di Jakarta, Senin (20/8).

Ferry belum bisa memastikan orang dari parpol mana yang akan mengisi posisi wagub DKI itu. Namun yang pasti posisi tersebut bisa diisi orang dari Gerindra ataupun PKS, tergantung hasil musyawarah Gerindra dan PKS.

"Bisa satu nama dari hasil musyawarah Gerindra dan PKS, bisa juga dua nama. Kalau satu nama tinggal disahkan, kalau dua nama ya harus dipilih oleh DPRD DKI," katanya.

Ferry juga memaparkan, sampai saat ini surat pengajuan permohonan berhenti dari posisi wagub DKI yang disampaikan oleh Sandiaga, belum dijawab oleh pihak pemerintah. "Surat permohonan yang diajukan juga belum di jawab," ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Posisi Wagub DKI Pantas Diberikan ke PKS

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai Partai Gerindra harus legowo memberikan posisi Wagub DKI Jakarta, yang ditinggalkan Sandiaga Uno, ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurutnya, PKS pantas mengisi posisi tersebut lantaran Partai Gerindra telah 'menyapu bersih' posisi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Itu artinya, pengganti Sandi beririsan dengan kepentingan pilpres 2019, terutama untuk menjaga suasana hati PKS nantinya," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (15/8).

Kendati demikian, baik Partai Gerindra maupun PKS sama-sama berpeluang menjadi pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, wajar jika kedua partai bersaing mengisi kursi wagub DKI Jakarta mengingat kedua partai tersebut adalah pengusung pasangan Anies - Sandi pada pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Adi melanjutkan, Partai Gerindra dinilai perlu mengapresiasi loyalitas PKS yang telah ditunjukan selama ini dalam berkoalisi. Oleh karena itu ia kembali menegaskan kepantasan PKS mengisi poisisi tersebut.

"Nyaris tak pernah ada partai seloyal PKS dalam berkoalisi di tengah banyaknya godaan kekuasaan," katanya

Selain itu ia juga menilai pengganti Sandiaga haruslah sosok yang berpengalaman untuk merealisasikan semua janji politik Anies-Sandi saat kampanye pilkada lalu. Ia menilai sebagian masyarakat akan selalu membandingkan-bandingkannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Poernama (Ahok), yang pekerjaannya dianggap terasa oleh masyarakat Jakarta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA